
BENGKALIS, GORIAU.COM - 48 orang lulusan D3 dan S1 calon operator PLTGU dan PLTU PT Bumi Laksamana Jaya mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar di Kantor Badan Diklat Kepegawaian Bengkalis sejak 29 Maret sampai 13 April mendatang. Selain 48 orang calon operator, ditambah 3 orang dari karyawan lama PT BLJ, sehingga total peserta 51 orang.
Mereka dididik selama dua minggu tentang kedisiplinan, wawasan kebangsaaan, kepemimpinan, manajemen bisnis, team work dan bertanggungjawab terhadap tugas berat di lapangan.
Diklatsar dilaksanakan BP DIK YKPP Jakarta yang dipimpin Brigjen TNI (Purn) N Teguh S, Sekretaris Kol TNI (Purn) Roso Suparno serta didukung aparat TNI AL Danlanal Dumai, dua orang dari marinir dan tiga orang dari Dandim Bengkalis.
Pada sesi Didiklatsar, Senin (1/4/2013) pagi, peserta diberi mata kuliah oleh Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Laksda TNI (Purn) Koesnadi Kardi tentang wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kewirausahaan dan hubungan sipil militer. Tampak hadir General Manager PT BLJ Keri Lafendi, Ade Rachmawan, Manager Humas & CSR PT BLJ Haspian Tehe dan sejumlah manajemen BLJ.
Dalam materi yang dipaparkan Rektor UPN Veteran Jakarta, Koesnadi Kardi, diklatsar calon operator PLTGU dan PLTU yang dilaksanakan PT BLJ BUMD Bengkalis patut diberi apresiasi. Ini menunjukkan betapa pimpinan PT BLJ peduli terhadap wawasan kebangsaan calon pegawainya menjunjung tinggi NKRI.
"Selain Diklatsar ini membentuk mental yang bagus, disiplin yang tinggi, peserta juga dibekali wawasan kebangsaan NKRI. Ini bagus, bisa menjadi contoh perusahaan lain nantinya," harap Koesnadi.
Ia berharap calon operator PLTGU dan PLTU yang akan dikirim ke PT ZUG Industry Indonesia nanti sebagai welder, mekanikal, elektrikal, chemical bisa menjadi operator handal dan mampu bersaing secara nasional.
Manager Humas & CSR PT BLJ, Haspian Tehe mengatakan, setelah mereka lulus diklatsar dua minggu di Bengkalis, tahapan selanjutnya akan dikirim training operator selama 6 bulan di PT ZUG Industry Indonesia di Jakarta.
Setelah lulus 6 bulan di PT ZUG, mereka langsung ditempatkan bekerja di sejumlah PLTU dan PLTGU se-Indonesia. Namun setelah PLTGU dan PLTU yang dibangun PT BLJ di Pinggir Duri dan Buruk Bakul Bukit Batu, nantinya mau beroperasi, mereka akan ditarik pulang kembali.
"Kalau mereka tidak mau, ya tidak apa. Hanya saha mereka harus mengganti biaya pendidikan yang sudah kita keluarkan karena sistemnya ikatan dinas," tutup Haspian. (jfk)