PEKANBARU, GORIAU.COM - Kemarau kering yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Juni-Oktober mendatang membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus melakukan upaya antisipasi terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu langkah nyata dan disaksikan masyarakat setiap harinya adalah dengan mengoperasionalkan patroli tiga helikopter. Diantaranya seperti Kamov, Sikorsky dan Bolcow. Ketiga helikopter tersebut terus melakukan patroli setiap harinya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Kaifi Azmi, menjelaskan, biaya operasional sendiri merupakan sharing dengan Pemerintah Pusat.

"Ketiga helikopter tersebut selalu siaga dan melakukan patroli setiap harinya. Ini sebagai langkah antisipasi jika terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Kaifi.

Karena memang, ketiga helikopter tersebut biasa difungsikan untuk melakukan water bombing (pembom air) pada bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda Riau pada awal tahun lalu.

"Kita tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali, ini langkah tepat dan cepat untuk mengantisipasi," tambah Kaifi.

Sementara saat ditanyakan mengenai sosialisasi penanganan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan, Kaifi menegaskan seluruh kabupaten/kota di Riau sudah dilakukan.

"Sudah. Tinggal bagaimana masyarakat menyerap dan memunculkan kesadaran untuk menjaga lingkungan mereka sendiri," terang Kaifi.***