PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan tes urine bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau terhadap Tenaga Harian Lepas (THL) dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dari 2.200 orang THL dan ASN yang sudah melakukan tes urine, ada 48 orang yang terindikasi menggunakan narkoba.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Riau, Chairul Rizki saat dikonfirmasi GoRiau.com mengatakan, bahwa dari 48 orang yang terbukti positif terindikasi menggunakan narkoba, diantaranya 23 THL dan 25 ASN.

"Saat dilakukan assesment terhadap ASN yang postif menggunakan narkoba, ada 19 ASN yang terkonfirmasi mengkonsumsi obat dokter. Dimana ada memang obat dokter yang mengandung zat yang terkandung dalam narkoba. Ini pun dibuktikan dengan adanya resep dokter," kata Rizki.

Mantan Kabiro Humas ini juga mengatakan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah melaksanakan tes urine, yakni Dinas PU-Perkimtan, Satpol PP, Biro HPK (Humas, Protokol dan Kerjasama), Badan Kesbangpol, serta esselon III dan IV Biro Umum, Biro Pembangunan, Biro Kesra, Disperindagkop dan Diskominfotik.

"Untuk THL yang positif menggunakan narkoba, kontraknya tidak diperpanjang lagi. Sementara untuk ASN sesuai aturan yang memegang jabatan dicopot dan staf ada hukuman penurunan pangkat, namun BKD Riau yang lebih memahaminya," ungkap Rizki.

Adapun informasi yang dihimpun GoRiau.com, dari 23 THL Pemprov Riau yang positif mengkonsumsi narkoba, yakni 13 THL dari Satpol PP Riau, 6 THL dari Dinas PUPR Riau, 2 THL dari Setdaprov Riau, dan 1 THL dari Dinas Perhubungan Riau. Sementara satu lagi belum diketahui dari OPD mana. ***