SIAK - Musim panas diawal tahun 2020 ini membuat banyak lahan gambut di Kabupaten Siak, Riau terbakar. Diperkirakan sudah mencapai belasan hektar dan untuk kebakaran yang diduga sengaja dilakukan pemilik lahan juga sudah diproses Polres Siak.

Seperti kebakaran lahan di Dusun Suka Maju Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Selasa (14/1/2020) sekira pukul 14.00 WIB. Seluas 1 hektar lahan milik P Situmorang terbakar akibat api yang cepat menyebar setelah pemiliknya membakar potongan kayu dan ranting di pinggir kebun sawitnya.

"Pemilik lahan diduga menjadi penyebab api menyebar hingga melahap 1 hektar lahan di sekitar kebun sawitnya. Karyawan perusahaan BUMN itu sudah kita amankan di Polres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya kepada GoRiau.com, Senin (20/1/2020).

Kapolres mengatakan, kebakaran lahan tersebut tidak terdeteksi oleh satelit Lapan dan aplikasi Lancang Kuning, namun pihaknya tetap melakukan cek TKP dan pemadaman hingga pendinginan.

"Untuk kasus kebakaran lahan ini, kita bergerak cepat. Mulai turun ke TKP untuk pemadaman dan melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Selain personil Polsek, ada masyarakat juga yang ikut pemadaman, begitu juga pihak kecamatan, Damkar, MPA dan lainnya," ujar Kapolres.

Minggu (19/1) siang lalu, Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya SH SIK beserta TNI , Manggala Agni, Aparatur Pemerintah Sipil serta masyarakat setempat juga melakukan pemadaman Karlahut yang berada di Desa Tumang Kecamatan Siak Kabupaten Siak, yang mana lahan gambut yang terbakar tersebut lebih kurang sekitar 7 hektar.

Untuk sumber air, Alhamdulliah tim tidak kesulitan untuk proses pemadaman api, yang mana tim menggunakan 11 alat dibantu satu alat berat untuk membantu sekat bakar dan menambah pembuatan embung air untuk mempermudah tim dalam proses pemadaman api.

Kendala yang dihadapi yaitu lahan yang terbakar merupakan lahan gambut sehingga walaupun dipermukaan titik api sudah padam namun di kedalaman dua sampai tiga meter gambut tersebut masi terbakar.

"Sehingga tim harus melakukan pendinginan dan memastikan titik api tersebut benar benar padam dan dipermukaan lahan benar benar sudah tidak berasap," imbuhnya.

Ditempat terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak mencatat, sejak awal Januari 2020, sudah 15 hektar lahan di Siak terbakar.

"Terakhir terjadi kebakaran lahan dua hari lalu seluas 4 hektar di Kampung Tumang, Kecamatan Siak dan Kampung Teluk Mesjid Kecamatan Sungai Apit labih kurang seluas 3 hektar," kata Kepala Bidang Damkar BPBD Siak, Irwan Pryatna. ***