DUMAI, GORIAU.COM - Sebanyak 200 Imam Masjid dan Musalla se Kota Dumai mengikuti Pelatihan dan Pembekalan Imam yang digelar Pemko melalui Bagian Administrasi dan Kesehateraan Rakyat, Sabtu (7/12) kemarin.
Kegiatan pelatihan Imam yang berlangsung selama dua hari ini, dibuka resmi oleh Walikota H Khairul Anwar bertempat di Masjid Habiburrahman, Jalan HR Soebrantas Dumai.
Walikota Khairul mengatakan, pembekalan para Imam ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk menjadikan Dumai sebagai kota yang berbudaya dan Agamis.
"Ya kegiatan keagamaan ini tentunya sesuai dengan visi menjadikan Dumai sebagai kota yang berbudaya dan agamis. Tempat budaya sudah kita siapkan dan pembangunan rumah ibadah, seperti Masjid juga terus dilakukan. Jadi, kita menginginkan potensi budaya yang ada di Dumai dan agama dijadikan satu potensi yang kuat antara budaya dan agama ini," sebut Wako.
Ia juga mencontohkan, seperti di Bali, begitu kuat dan kentalnya budaya dan agama mereka, yang akhirnya bisa menjadikan satu keunggulan bagi potensi daerah mereka (Bali,red) sendiri."Mudah-mudahan Dumai bisa seperti itu," ujarnya.
Dia melanjutkan, beberapa pembekalan atau pelatihan keagamaan yang telah dilaksanakan Pemerintah tentunya sebagai bentuk pengentalan ilmu pengetahuan dan wawasan Agama, khususnya Islam di Kota Pengantin Berseri ini.
Sementara, Kabag Kesra Pemko Dumai H Paisal menambahkan, pelatihan dan pembekalan Imam Masjid dan Musalla se kota Dumai ini diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari masing-masing Kelurahan yang ada di kota Dumai.
"Jumlah peserta secara keselurahan sebanyak 200 orang di tiap kelurahan dengan mengirimkan 5 Imam Masjid dan Musalla dan kekurangannya diambil peserta dari sebagian Masjid maupun Musalla yang ada," terangnya.
Pelatihan selama dua hari dengan Narasumber yang berasal dari Kota Pekanbaru yakni Ustadz Zulkifli. Paisal berharap, semoga dengan waktu dua hari pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta yang mengikuti.
"Jangan sungkan untuk bertanya jika ada yang tidak dimengerti. Karena, ilmu pengetahuan dan wawasan yang didapat diharapkan dapat diterapkan di tempat tinggal sekitar, khususnya dalam rangka pengembangan dan ilmu agama," harap Faisal.(egy)