PEKANBARU - Dua orang perampok sadis yang terlibat perampokan sekaligus pembunuhan di Simpang Suraumunai, Sei Siyih Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Rohul-Riau akhirnya ditangkap polisi. Satu orang ditembak kakinya akibat berusaha melawan aparat berwajib.

Mereka ini berinisial AT dan GG, sedangkan satu pelaku lainnya berinisial A, masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). "Kita tangkap Senin (29/2/2016) pagi tadi di persembunyiannya, kawasan Kepenuhan Rohul," sebut Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, didampingi Kabid Humas, AKBP Guntur Aryo Tejo, di Pekanbaru.

Selain mengamankan dua pelaku, Satuan Reserse Kriminal Polres Rohul juga menyita barang bukti sebilah pisau yang diduga digunakan menghabisi korban serta handphone. "Kita belum tahu sudah berapa kali mereka melakukan aksi perampokan serupa," lanjut Kapolres saat ekspose di Mapolda Riau.

Perampokan sekaligus pembunuhan ini bermula saat tiga pelaku dan korban, almarhum Yefiaro, sepakat bertemu dengan maksud mencari pekerja kebun. "Modusnya tiga pelaku menawarkan pekerja kebun, makanya korban datang ke Rohul (dari Pelalawan, red), mereka berkomunikasi via HP dan tidak saling kenal," urai Kapolres.

Sesampainya di Rohul, korban kemudian dibonceng dengan motor hingga sampai di lokasi pembunuhan, dimana dua pelaku lainnya sudah menunggu di sana. "Jadi korban ditikam 18 kali, 10 tikaman di depan dan delapan tikaman di punggung. Setelahnya mereka membawa kabur uang Rp5 juta dari saku Yefiaro," terangnya.

"Saat itu korban membawa uang Rp10 juta, Rp5 juta disimpan di saku (berhasil dicuri) sedangkan Rp4,5 juta disimpan dalam kaos kaki (tidak dicuri, red). Sedangkan Rp500 ribu digunakan untuk ongkos dari Pelalawan ke Rohul. Jadi tidak semua uangnya dicuri," beber Pitoyo.

Sebelumnya, Jumat (19/2/2016) sore lalu sekitar pukul 15.00 WIB, warga digegerkan dengan temuan mayat pria yang sudah membusuk dalam posisi tertelungkup, yang belakangan diketahui bernama Yefiaro. Lalu 10 hari pasca kejadian, aparat akhirnya meringkus dua pelaku, sedangkan satu orang lagi masih buron. ***