PANGKALANKERINCI - Periode rawan kebakaran diprediksi akan terjadi pada bulan Juli hingga Oktober 2016 mendatang. Kondisi ini membuat seluruh pihak bergerak bersama untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai perusahaan pioner program pengendalian api, kembali mengajak 18 desa untuk berpartisipasi dalam program Fire Free Village atau Desa Bebas Api.

"Mulai tanggal 1 juli sampai 31 Oktober 2016, 18 desa ini wilayahnya tidak boleh ada terjadi kebakaran," jelas Manajer Fire Free Village Program, Sailal Arimi, pada kesempatan MoU Desa Bebas Api 2016 di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Rabu (29/6/2016).

Jika selama waktu yang telah ditentukan, di wilayah 18 desa tersebut tidak terjadi karhutla maka akan mendapatkan reward Rp 100 juta. "Jika serius, 18 desa ini benar-benar bisa mendapatkan reward," ujarnya.

Disebutkan Sailal, 18 desa yang berpartisipasi dalam program Fire Free Village atau Desa Bebas Api berasal dari tiga kabupaten di Provinsi Riau. "Kabupaten Pelalawan ada 12 desa, Siak 3 desa dan Kepulauan Meranti 3 desa," bebernya.

Ungkap Sailal, sedangkan 12 desa dan kelurahan di Kabupaten Pelalawan yakni, Kelurahan Pelalawan, Desa Sering, Desa Kuala Panduk, Desa Kuala Tolam, Desa Petodaan, Desa Teluk Binjai, Kelurahan Teluk Meranti, Desa Pulau Muda, Desa Segamai, Kelurahan Langgam, Desa Penarikan dan Desa Pangkalan Gondai.

"Program Desa Bebas Api ini telah dilakukan sebelumnya. Periode ini untuk tiga bulan ke depan," tutupnya.(***)