
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada musim mudik tahun 2013, angka kecelakaan di jalan raya kembali mewarnai situasi jelang dan pasca-Idul Fitri. Aparat Kepolisian Daerah Provinsi Riau mencatat terjadi 59 kali peristiwa kecelakaan dimana 14 korban diantaranya tewas dengan kondisi mengenaskan.
"Macam-macam kondisinya, ada yang kepalanya pecah, badannya remuk, hingga mengalami pendaraan hebat," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah di Pekanbaru, Senin (18/8/2013).
Menurut dia, seluruhnya merupakan jumlah total angka laka lantas (kecelakaan lalu lintas) yang dirangkum selama 'Operasi Ketupat 2013'. 'Operai Ketupat' atau operasi pengamanan musim mudik dan arus balik Idul Fitri di Riau sebelumnya dimulai sejak 'H-7' hingga 'H+7' Lebaran.
Hermansyah mengatakan, hampir setiap hari ketika itu, selalu terjadi pristiwa kecelakaan lalu lintas di jalur-jalur utama Riau yang berada di berbagai kabupaten dan kota. Jumlah keseluruhannya, yakni terjadi sebanyak 59 kasus lakalantas yang mengakibatkan 14 orang pengendara sepeda motor tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Ia mengatakan, mayoritas korban meninggal dunia dan luka-luka tersebut adalah para pemudik yang memaksakan diri untuk menunggangi sepeda motor.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2012), kata dia, terjadi penurunan yang cukup signifikan. Pada 'Operasi Ketupat 2012', kata dia, tercatat ada sebanyak 62 kasus laka lantas, dimana untuk korban meninggal dunia mencapai 27 orang dan puluhan lainnya mengalami cedera ringan hingga berat.(fzr)