JAKARTA -- Serangan jantung termasuk penyakit paling mematikan. Di Amerika Serikat, serangan jantung merupakan pembunuh nomor satu.

Ada sepuluh hal yang bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Menghindari sepuluh hal tersebut tentu saja merupakan cara menurunkan risiko mengalami serangan jantung.

Berikut sepuluh hal yang bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung, seperti dikutip dari Republika.co.id yang melansir dari laman Eat This, Senin (22/3/2021).

1. Lalai mengecek tekanan darah

Tidak semua orang memiliki inisiatif untuk mengecek tekanan darah secara berkala. Padahal, mengetahui informasi tersebut sangat penting.

Hipertensi atau tekanan darah yang terlalu tinggi secara terus-menerus bisa melemahkan dinding pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan serangan jantung.

2. Tidak mengetahui kadar kolesterol

Pengabaian serupa juga kerap terjadi untuk kadar kolesterol. Seiring bertambahnya usia, tubuh memproduksi lebih banyak kolesterol yang dapat menumpuk di arteri lantas membuat risiko penyakit jantung dan stroke melonjak.

3. Konsumsi makanan mengandung lemak jenuh

Menurut Asosiasi Jantung Amerika (AHA), mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh meningkatkan kolesterol LDL dalam darah. Sebaiknya, tidak menyantap jenis makanan seperti daging merah, ayam dengan kulit, mentega, dan keju dalam porsi berlebihan.

4. Kurang berolahraga

Singkirkan kemalasan bergerak untuk kondisi tubuh lebih baik. Pedoman dari AHA, frekuensi olahraga ideal untuk kesehatan jantung adalah 150 menit latihan intensitas sedang selama  sepekan atau 75 menit olahraga berat sepekan, ditambah latihan penguatan otot dua kali sepekan.

5. Minuman dengan pemanis

Berbegai iklan soda dan minuman kemasan yang menarik membuat banyak orang tanpa ragu mengonsumsi minuman yang penuh dengan pemanis. Faktanya, meminumnya dalam jumlah berlebihan buruk untuk jantung dan rentan menambah berat badan.

6. Kudapan kaya gula

Tidak cuma minuman dengan banyak pemanis, makanan yang kaya gula juga perlu dihindari. Saran AHA adalah membatasi gula tambahan hanya sebanyak 150 kalori (sekitar sembilan sendok teh atau 36 gram) setiap hari.

7. Minum alkohol

Efek minum alkohol berlebihan tidak cuma di tataran kesadaran, tetapi mengimbas banyak hal. Dampak buruknya bisa memengaruhi liver dan usus. Terlalu banyak minum alkohol pun meningkatkan tekanan darah dan trigliserida sehingga menaikkan risiko penyakit jantung.

8. Minum soda diet

Studi menunjukkan bahwa orang yang minum soda diet berisiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik. Kondisi itu membuat tubuh kesulitan memproses insulin, yang merupakan pendahulu diabetes tipe dua, salah satu faktor risiko terjadi serangan jantung.

9. Enggan konsultasi dengan dokter

Sebagian besar orang lebih suka bertandang ke dokter ketika sudah jatuh sakit atau memiliki gejala tertentu. Jauh lebih efektif jika sejak awal berkonsultasi dengan dokter tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga untuk mengetahui kesehatan jantung.

10. Tidur berlebihan

Tidur terlalu lama sama bahayanya dengan kurang tidur. Tinjauan penelitian yang terbit di Journal of American Heart Association mengungkap, tidur lebih dari delapan jam sehari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Terlelap sembilan jam memberikan risiko dalam jumlah sedang, sementara tidur 11 jam dikaitkan dengan peningkatan hampir 44 persen risiko serangan jantung. Belum lagi dengan adanya risiko demensia pada mereka yang punya kebiasaan tidur terlalu lama.***