PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Nandang mengatakan, dari keempat terduga teroris yang ditangkap di wilayahnya pada Senin (11/12/2017), satu orang diketahui buronan, setelah terlibat penyerangan dan pembakaran Polres Dharmasraya, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Dia ini diketahui berinisial AJ. Adapun tujuannya ke Riau untuk melarikan diri, pasca keterlibatannya dalam pembakaran Polres Dharmasraya. Sedangkan tiga orang lagi berinisial DG, RR dan DRP anggota Jamaah Anshori Daulah (JAD), di mana rekan-rekan ketiga orang itu sudah ditangkap sebelumnya.

Penangkapan oleh Densus 88 Anti-teror ini juga melibatkan Polda Riau, termasuk Polres jajaran tempat keempat orang itu berada, di mana AJ, DG, RR dan DRP ditangkap tanpa perlawanan di empat lokasi terpisah dalam waktu berbeda-beda, sejak pagi hingga Senin siang tadi.

"Ada yang ditangkap di Rupat Kabupaten Bengkalis, daerah Payung Sekaki Kota Pekanbaru, Tapung serta daerah Kuok Kabupaten Kampar. Salah seorangnya ada pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, tiga orang ditangkap atas keterkaitannya dengan yang lalu (JAD)," ucap Nandang.

Ia memastikan, penangkapan tersebut berjalan lancar. Namun Kapolda Riau belum dapat memastikan, apa saja barang bukti yang diamankan dari tangan keempat terduga teroris ini. Diketahui, tiga orang diantaranya yakni DG, RR dan DRP tercatat sebagai warga Riau sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Kalau AJ ini ke Riau memang tujuannya untuk melarikan diri setelah terlibat aksi pembakaran di Polres Dharmasraya," pungkas Irjen Nandang.

Diberitakan sebelumnya, empat orang terduga teroris ini ditangkap terpisah mulai Senin pagi tadi hingga siang. Tidak terjadi perlawanan dan mereka diringkus dengan mudah oleh tim gabungan, yakni Densus 88, Polda Riau dan Polres jajaran. ***