JAKARTA, GORIAU.COM - Pria cenderung lebih banyak berselingkuh, menurut penelitian baru, ketika situasi ''elit'', atau ekonomi sedang sulit. Studi yang dilakukan Omri Gillath dan koleganya dari Universitas Kansas menunjukkan korelasi antara memburuknya kondisi perekonomian dengan lonjakan perselingkuhan pria.
Saat dihadapkan dalam kondisi atau situasi yang mengancamnya, pria cenderung untuk memilih hubungan jangka pendek daripada jangka panjang. Fenomena ini berasal dari insting pria untuk melestarikan spesiesnya.
Dalam studi yang dilakukannya, Omri membagi pria yang jadi partisipan penelitian dalam dua kelompok. Satu kelompok diberitahu jika mereka akan meninggal karena penyakit serius. Sementara itu, kelompok yang lain diberitahu jika mereka menderita sakit gigi.
Kedua kelompok itu lantas ditunjukkan gambar-gambar seksual dan nonseksual melalui layar komputer untuk dilihat dan dicatat responnya.
Kelompok pertama menunjukkan respons yang jelas dan kentara saat melihat gambar seksi. Detak jantung mereka jauh lebih cepat daripada kelompik kedua. Kedua kelompok tak menunjukkan reaksi siginifikan saat melihat gambar-gambar nonseksual.
Hasil penelitian ini, menurut Gillath, bisa diaplikasikan untuk kondisi lain yang mengancam hidup pria. Tak hanya ancaman kesehatan juga kesulitan ekonomi dan hal-hal lain yang tak pasti. Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Experimental Social Psychology. ***


