SEMARANG, GORIAU.COM - Pimpinan Muhammadiyah Jawa Tengah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1435 H jatuh 4 Oktober mendatang. Kepastian itu berdasarkan metode penentuan pergantian waktu lewat perputaran bulan.

"Kami menggunakan metode hisab wujudul hilal (hitungan munculnya bulan) bahwa bulan sudah muncul 0 derajat 30 menit 34 detik pada 4 Oktober," kata Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Jawa Tengah, Rosihan, Selasa (23/9/2014).

Keputusan itu meyakinkan Muhammadiyah bahwa pergantian waktu yang ditandai oleh perputaran bulan terjadi pada 4 Oktober 2014, meski dalam ukuran 0 derajat. Sedangkan perputaran bulan secara kasat mata dapat dipastikan ketika posisi bulan sudah di antara 2 hingga 3 derajat.

Menurut Rosihan, penetapan Idul Adha itu juga dilengkapi teknologi astrofotografi yang mampu melihat bulan sebelum matahari terbenam. Teknologi itu dinilai bagian dari penentuan Lebaran lebih awal serta menghindarkan keraguan jamaah Muhammadiyah.

Rosihan tak memungkiri penentuan itu bisa berbeda dengan penentuan wukuf di Arab Saudi karena kebijakan politik Raja Arab yang lebih mementingkan keberadaan jamaah haji yang banyak.

Meski penentuan Idul Adha diperkirakan berbeda, Rosihan meminta warga Muhammadiyah tetap menjaga toleransi antar umat. "Karena menjaga pluralisme lebih utama sesuai dengan hadist dan ajaran Islam," katanya. ***