JAKARTA, GORIAU,COM - Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla menyebut keanehan-keanehan dalam kasus pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
JK tidak habis pikir, kenapa pengucuran dana Bank Century yang mengalami kegagalan hanya Rp630 miliar, tapi diberi bailout hingga triliunan.Menurut JK, jika ada bank gagal seperti yang dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia Boediono maupun Manteri Keuangan Sri Mulyani hanya membutuhkan dana miliaran rupiah saja."Yang aneh sebenarnya bahwa ada bank gagal, gagalnya Rp630 miliaran, tapi dalam waktu 3 hari dibayar Rp2,5 triliun," ucap JK usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik, di pelataran gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2013).Namun, JK tidak mengetahui pihak yang bertanggung jawab dalam penggelontoran dana bailout dan pemberian FPjP yang merugikan negara sebesar Rp6,7 triliun itu.Pasalnya, JK tidak ikut dalam semua rangkaian rapat, baik oleh Dewan Gubernur BI maupun rapat yang digelar oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).JK juga mengatakan bahwa pada waktu itu, tidak ada yang namanya bank gagal akibat dari krisis perbankan. Ia menuding, gagalnya Bank Century dikarena dirampok oleh pemiliknya sendiri yakni Robert Tantular."Dianggapnya gagal. Padahal tidak ada bank yang gagal (waktu itu) gagalnya karena dirampok. Dilaporkan kepada saya, masalah bank itu karena perampokan, dirampok oleh pemiliknya dan itu makannya saya suruh tangkap pemiliknya," tandasnya.***

