BATAM, GORIAU.COM - Ra dan Fa, pasangan suami istri ini datang ke Kantor Polsek Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) untuk saling lapor, Kamis (26/3/2015).

Ra melaporkan istrinya Fa dengan tuduhan selingkuh. Begitu juga dengan Fa yang juga ikut membuat laporan perselingkuhan sauminya Fa.

Pasangan suami istri yang tinggal di kawasan pelabuhan rakyat Sagulung ini, sempat adu mulut di depan SPK Polsek Batuaji. Keduanya saling menuding dan melempar kesalahan atas perselingkuhan masing-masing.

Keduanya pun tidak mau mengakui perbuatan yang dilakukan itu. Akhirnya, kedua pasangan suami istri itu dimediasi oleh anggota Polsek Batuaji.

Saat dimediasi, Fa menceritakan, sudah empat bulan Ra, suaminya tidak memberikan nafkah untuk kebutuhan keluarga sehari-hari seperti uang sekolah dan biaya makan. Ra hanya memberikan uang Rp 200 ribu untuk satu bulan. Uang yang diberikan itu tidak cukup membiayai kebutuhan keluarga untuk satu bulan.

"Suami saya tidak iberi nafkah selama empat bulan. Dan kalau pun dikasih uang, itu hanya Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu. Beli susu dan biaya anak sekolah saja masih kurang. Anak saya yang paling besar kelas 10 SMP, mana cukup uang segitu," ujarnya.

Fa pernah melihat suaminya membawa perempuan lain ke rumah orangtuanya di Pulau Buluh dan tidur di rumah orangtuanya itu. Tapi, Ra tidak mau mengakuinya.

Karena tidak mau kalah dengan suaminya itu, Fa pun jadi ikut-ikutan selingkuh sama lelaki lain hingga hamil empat bulan. Dia pun mengaku terpaksa selingkuh dan jual diri, karena terdesak kebutuhan rumah tangga.

"Hati siapa yang tak sakit kalau suami selingkuh di depan mata saya. Sudah tidak beri nafkah, malah bawa perempuan lain. Saya sudah tidak tahan lagi melihat tingkah laku suami. Saya pun jadi ikutan selingkuh dan jual diri untuk biayai hidup keluarga," katanya.

"Anak saya tiga orang, dari mana dapat duit, ya saya pun jadi jual diri," ujarnya.

Dalam mediasi itu Fa minta cerai, karena sudah tidak tahan lagi melihat perbuatan suaminya. Namun Ra tidak mau cerai dan tidak mau memberikan alasannya.

"Saya minta cerai sama dia (Ra, red) tapi tak mau. Kalau tak cocok lagi ngapain dipertahankan. Toh juga sakit hati terus melihat dia selingkuh," ujarnya.

Ra sendiri tetap tidak mengakui perbuatannya seperti yang dituduhkan Fa. Bahkan, dia bersumpah tak pernah selingkuh seperti yang ditudukan istrinya.

Ra mengakui kalau perempuan yang dibawa itu hanya teman. Namun, Ra malah heran bahwa istrinya bisa hamil empat bulan. Soalnya ia jarang pulang karena kerja hingga tidur dirumah orangtuanya di Pulau Buluh.

"Saya tak terima janin yang di dalam kandungan istri saya itu bukan janin saya. Memang saya jarang pulang kerumah karena kerja di Pulau Buluh dan selalu larut malam selesai kerja. Jadi tidur di rumah orangtua saya di Pulau Buluh," katanya.

"Saya tak terima dengan kehamilan itu," terangnya.

Karena tak ada titik temu antara Fa dan Ra, dan saling bersikeras, akhirnya pihak kepolisian setempat memberikan pengarahan agar masalah itu diselesai dengan kekeluargaan. ***