PELALAWAN - Wakil Ketua DPRD Riau, H Zukri menceritakan kesedihannya melihat kondisi sekolah di salah satu desa di pelosok Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Sekolah Dasar Negeri 019 Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar.

Kondisi sekolah disana, kata Ketua PDIP Riau ini, sangat memprihatikan dan jauh dari kata layak. Kesedihan terpancar dari wajah Zukri saat menapakkan kaki ke dalam kelas, wajahnya langsung memelas menahan air mata.

Tampak peralatan belajar mengajar di dalam kelas seperti meja dan kursi juga sudah rusak dan jumlahnya pun tidak lengkap. Bahkan, meja-meja di dalam kelas tidak bisa dipakai untuk menulis, pun begitu dengan platform yang sudah bolong-bolong.

GoRiau Kondisi platform kelas yang su
Kondisi platform kelas yang sudah bolong-bolong.

"Astaghfirullah, masih ada saja sekolah seperti ini. Sungguh miris, sangat miris, bagaimana kita bisa melahirkan generasi yang cerdas, kalau tempat belajarnya saja seperti 'kapal pecah' begini. Saya heran, kemana perhatian pemerintah selama ini. Apa karena desa ini berada paling ujung di pelalawan, sehingga terabaikan?" tanya Zukri.

Kunjungan Zukri ini dilakukan usai melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) di Kuala Kampar, Selasa (15/9/2020). Kala itu, Zukri menjelaskan Perda tentang bantuan hukum masyarakat tidak mampu.

Di saat Sosper, Zukri mendapat kabar tentang adanya sekolah tersebut. Tanpa basa basi, Zukri langsung mengunjungi sekolah yang berada di kecamatan terluar Pelalawan ini.

GoRiau Raut sedih terpancar dari waja
Raut sedih terpancar dari wajah Zukri usai melihat kondisi kelas.

"Saya tak dapat membayangkan bagaimana anak-anak bisa belajar dengan aman jika ruangannya seperti ini. Saat diluar sana, orang-orang meributkan soal belajar online. Sementara anak-anak desa Teluk Beringin, jangankan soal belajar online, belajar dengan ruangan yang aman saja mereka tak bisa. Saya heran kemana pemerintah selama ini? Apakah karena desa ini berada paling ujung Pelalawan sehingga terabaikan?" kata Bakal Calon Bupati Pelalawan ini.

Kedepan, Zukri berjanji akan memperjuangkan pembangunan sekolah ini, meskipun wewenang tingkat sekolah dasar dan Menengah ada di Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Dari penuturan Kepala Desa Teluk Beringin, Khaidir, sekolah ini adalah satu-satunya yang ada di Desa tersebut. Dari 8 ruang belajar yang dimiliki, hanya 2 yang bisa digunakan, selebihnya dalam kondisi yang rusak parah.

"Sekolah ini merupakan bangunan pada zaman pemerintahan kabupaten kampar dulunya. Artinya sudah lama sekali ini bangunan. Meski ada bantuan Pemkab Pelalawan berupa 2 ruang bangunan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 90 orang murid kami disini," kata Khaidir.

Zukri menegaskan dirinya akan memperjuangkan untuk pembangunan sekolah, meski wewenang tingkat sekolah Dasar dan Menengah ada di Pemerintahan Kabupaten Pelalawan.***