SELATPANJANG, GORIAU.COM – PT Wahana Perkit Jaya (WPJ) yang kini sedang mengekploitasi timah di Pulau Topang Kecamatan Rangsang, akan beroperasi selama 15 tahun untuk satu titik hingga tahun 2028. Dari data Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepulauan Meranti, selama 15 tahun tersebut PT WPJ akan mengekploitasi sebanyak 36.000 Metrik Ton timah. Dengan hitungan, 200 ton perbulan dikalikan 12 bulan setahun kemudian dikali lagi 15 tahun.
Saat ini harga timah dunia sekitar 30 Ribu US Dolar per metric ton, jika dijumlahkan maka PT WPJ akan mengekploitasi timah sebanyak 1,08 Triliun USD.
Kepala Bidang Energi Distamben Kepulauan Meranti, La Ode, menjelaskan jumlah tersebut baru merupakan hasil dari satu titik ekploitasi tahap pertama PT WPJ di areal Pulau Rangsang. Sebelumnya PT WPJ sudah mengeksplorasi mencapai 6.466 Ha (laut) meliputi perairan Tanjungsamak Tanjungmedang dan Seigayung Kiri.
"Areal Pulau Rangsang sangat kaya akan mineral dari perut bumi, bukan hanya timah. Namun baru hanya timah yang mampu diolah oleh investor, itupun baru WPJ saja. Artinya masih banyak potensi timah di wilayah tersebut yang belum terekplorasi apalagi eksploitasi," ucap La Ode, belum lama ini.
Menurutnya ekspor perdana yang dilakukan oleh PT WPJ belum lama ini yang diolah dari smelter (pabrik peleburan timah) Pulau Topang, menjadi salah satu bukti keberhasilan dalam beroperasinya perusahaan tersebut mengelola potensi timah di Kepulauan Meranti.
"Memang saat ini mereka masih mengalami beberapa kendala, seperti perubahan arus bawah laut yang cukup berbeda dari wilayah operasional mereka sebelumnya. Jadi  mereka masih harus melakukan berbagai penyesuaian," ujarnya.
Lebih jauh ia menyampaikan, Pemkab Kepulauan Meranti masih menerima dan mencari para investor yang ingin masuk dan berinvestasi, terutama sector pertambangan seperti timah maupun mineral bumi lainnya.
"Kita akan membantu mereka dalam semua pengurusan izin di tingkat pusat. Menyambung lidah Bupati Irwan, berinvestasi di Meranti pasti untung," sebut La Ode.
***