RUPAT UTARA - Pantai Rupat dengan pasir pantai yang membentang panjang, putih, bersih, dan dipenuhi umang-umang. Keindahannya hanya menjadi pembicaraan saja di Pemerintahan, namun upaya untuk membangun wisata Rupat lebih mempesona lagi masih jauh dari harapan.

"Tahun ini saja, tidak ada pembangunan fisik di Rupat Utara. Dulu pernah pemerintah pusat tahun 2008 membangun jembatan di pantai Tanjung Lapin. Tapi sampai hari ini tidak pernah ada lanjutan pekerjaan jembatan tersebut, padahal dulu pengerjaannya menggunakan APBN," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bengkalis, Eduar kepada GoRiau.com, Jumat (15/7/2016).

Sementara dari Pemerintah Bengkalis, sedikit demi sedikit juga melakukan beberapa perubahan untuk kemajuan wisata Rupat Utara. Dari APBD anggaran yang kegiatan hanya diprioritaskan untuk bidang budaya saja, sementara untuk pariwisata sangat kecil.

"Meski objek wisata ini masih masuk wilayah Bengkalis, hendaknya Provinsi maupun pusat juga harus ikut memajukan wisata Rupat dari semua bidang, baik infrastruktur Jalan, bangunan fisik, komunikasi, perbankan, transportasi serta sarana lainnya yang dibutuhkan oleh wisatawan saat berkunjung," ujar Eduar lagi.

Selain itu juga, Eduar mengajak SKPD terkait juga turut membantu mengembangkan objek wisata di Rupat Utara ini. Seperti halnya penyebrangan roro yang setiap saat dikeluhkan wisatawan saat ingin berkunjung ke Rupat Utara, kemudian infrastruktur Jalan masih ada yang rusak dan lain halnya.

"Roro dari Dumai ke Rupat ini kan masih wewenangnya Provinsi, kita minta hal ini ditanggapi serius untuk memajukan wisata Rupat. Sebab ini selalu dikeluhkan wisatawan dan banyak wisatawan batal ke Rupat karena harus antri hingga 10 jam baru bisa menyebrang. Pantai Rupat ini objek wisatanya tidak akan maju jika mengandalkan keindahan pantai saja," ungkapnya lagi. ***