
PEKANBARU - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir memperketat pengawasan di area bantaran sungai Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Rabu (17/6/2026). Langkah antisipasi ini diambil menyusul insiden longsor yang merusak empat rumah warga di kawasan Pasar Lama.
Petugas memberikan perhatian khusus pada stabilitas daratan di sekitar lokasi bencana. Hal ini disebabkan posisi tanah yang ambles berada sangat dekat dengan fasilitas transportasi publik daerah.
"Kondisi tanah di lokasi masih labil sehingga pengikisan susulan masih dimungkinkan terjadi, terutama apabila gelombang sungai kembali menghantam bibir daratan. Karena itu masyarakat di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan," jelas Kepala BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansyah.
Kerawanan ini menjadi fokus utama petugas karena letak tanah yang amblas berada di kawasan tepian sungai yang berdekatan dengan pelabuhan penyeberangan. Gelombang dari lalu lintas angkutan air dan arus sungai dikhawatirkan dapat memicu pergeseran tanah lanjutan.
Pascakejadian yang berlangsung pukul 11.45 WIB tersebut, tim reaksi cepat dari BPBD Inhil bersama pihak pemerintah kecamatan dan perangkat kelurahan setempat langsung turun ke lokasi. Petugas gabungan tersebut langsung melakukan kaji cepat, pendataan, serta identifikasi mendalam mengenai dampak bencana.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, instansi penanggulangan bencana mengeluarkan rekomendasi pengamanan area perimeter longsor. Pembatasan aktivitas di titik rawan ini diberlakukan secara ketat guna menghindari risiko jatuhnya korban bagi warga sekitar.
Pihak BPBD Inhil juga sudah membangun koordinasi intensif dengan pihak berwenang di Kecamatan Enok. Petugas di lapangan dipastikan terus memantau perkembangan dinamika kondisi daratan secara berkala untuk memastikan situasi tetap aman terkendali. ***