PEKANBARU, GORIAU.COM - Peristiwa kebakaran lahan atau hutan di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau dikabarkan terus meluas. Kondisi itu menjadi ancaman serius dan berpeluang kembalinya kategori bencana kabut asap jilid II setelah sebelumnya (2013) peristiwa sama telah terjadi dan membuat SBY menghantunkan maaf.

Itu diperkuat oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan tingkat atau potensi kebakaran lahan di berbagai kabupaten/kota di Riau masih sangat tinggi. "Itu karena cuaca di sebagian besar Riau masih sangat minim hujan," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Ardhitama kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (6/2/2014).

Sebanyak 12 kabupaten/kota di Riau diprakirakan masih akan dilanda cuaca cerah hingga berawan dengan peluang hujan yang nyaris tidak ada.

Sejak tiga hari terakhir, kata dia, satelite Terra dan Aqua masih mendeteksi munculnya titik panas (hotspot) di Riau.

Lembaga pemantau cuaca ini meriliskan, ada sebanyak 18 "hotspot" yang tersebar di lima kabupaten, terbanyak berada terdeteksi berada di Kabupaten Siak yakni tujuh titik. Kemudian di Kabupaten Bengkalis menurut rekaman satelite terdeteksi sebanyak lima titik panas dan Kampar ada tiga titik.

Selanjutnya di Kabupaten Pelalawan diriliskan terdeteksi sebanyak dua titik dan di Indragiri Hilir masih ada satu "hotspot".

Kebakaran lahan di Provinsi Riau dikabarkan telah menghanguskan ribuan hektare kawasan perkebunan, hutan tanam industri, tanaman sagu dan semak berlukar.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan upaya untuk meminimalisasi peristiwa yang mengakibatkan sebagian besar Riau tercemar kabut asap itu.

Kebakaran lahan dikabarkan melanda sejumlah kawasan di beberapa kabupaten seperti Bengkalis, Meranti, Siak, Rokan Hilir dan Pelalawan serta beberapa daerah di Riau lainnya. (fzr/ant)