PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Amburadulnya proyek base C jalan akses Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, sehingga tidak bisa dilindasi warga, mendorong warga setempat berinisiatif membantu memperbaiki jalan tersebut.

Pada beberapa titik di badan jalan yang ditingkatkan melalui kegiatan APBD Pelalawan 2013 senilai Rp1 miliar lebih itu, proses pengeringannya terhalang rerimbunan pohon karet milik warga.Kepala Desa Terbangiang M Rasid, mengatakan, masyarakat siap membantu proses pembangunan badan jalan dengan memangkas ranting-ranting karet yang rimbun menutupi badan jalan agar proses pengeringan jalan bisa lebih cepat."Saya pastikan warga siap membantu dan mendukung kegiatan proyek tersebut. Warga siap memangkas ranting-ranting pokok karet yang menutupi badan jalan tersebut," ujar M Rasid, Selasa (14/1/2014).Rasid menyatakan, hal tersebut akan dilakukan masyarakat jika pihak kontraktor bisa membantu pendanaan sebagai uang lelah untuk warga yang pohon karetnya dipangkas."Semuanya ada solusi, selagi kita dudukkan persoalan secara bersama-sama, antara pihak kontraktor dengan masyarakat," tegasnya.Sebelumnya, Kadis Pekerjaan Umum Pelalawan Hasan Tua mengimbau  warga bekerja sama agar jalan cepat kering dan bisa dipergunakan oleh masyarakat setempat.Diberitakan sebelumnya, David, mewakili pihak PT Kartika Teguh Karya, kontraktor pelaksana pengerjaan jalan tersebut mengakui proyek jalan base C dengan nomor kontrak 620/D.PU/BM-KTR/2013/221 tertanggal 8 Oktober 2013, dengan nilai kontrak Rp1.049.024.330,39 itu belum bisa dilintasi warga, namun David menegaskan pihaknya akan bertanggun jawab terhadap perbaikan jalan itu hingga layak dilewati warga.Bahkan ditegaskan oleh David, alat berat untuk melanjutkan pengerjaan finishing telah mulai bekerja meski terkendala tingginya curah hujan."Kontrak kita diperpanjang hingga tanggal 1 Maret 2014, meski pengerjaannya akan diberlakukan denda. Kendati demikian, kita akan menggesanya secepatnya, alat berat telah kembali masuk dan melakukan pengerjaannya," jelas David, seraya berharap agar cuaca bisa bersahabat dan pengerjaan yang sudah masuk tahap finishing akan semakin mudah dilakukan.Sambung David, ada dua titik badan jalan, yakni titik sejauh 100 meter dan 150 meter rerimbunan pohon karet milik warga menutupi badan jalan, sehingga proses pengeringan jadi lamban."Kita siap berunding dengan warga setempat dalam mencari solusi agar rerimbunan itu bisa dipangkas ranting-ranting karetnya saja," tutupnya.(rkn)