
PEKANBARU, GORIAU.COM - Peternakan sapi di tengah permukiman padat penduduk sudah meresahkan warga, pasalnya peternakan sapi ini sangat dekat dengan rumah penduduk. Keresahan warga bukanya tanpa alasan, selain aroma bau limbah dan kotoran, serbuan lalat juga masuk kedalam rumah.
Hal tersebut diungkapkan salah satu warga Tegal Sari Rumbai, yang enggan disebut namanya. "Akibat limbah ini akibatkan bau yang menyengat, apalagi posisi kandang berdekatan dengan perumahan kami," ceritanya, Kamis (22/10/2015)
Ardi Nugroho salah satu warga di Umban Sari juga menjelaskan, masyarakat sekitar sudah berulang kali menegur pemilik ternak, dan melaporkan ke pihak dinas terkait.
"Usaha mereka ini seharusnya diluar kawasan pemukiman, karena banyak sekali efek negatifnya bagi warga, kita sudah mengadu ke Kecamatan, ke Dinas terkait, namun tidak ada tanggapan sama sekali," jelasnya.
Bahkan warga menduga, ada oknum pejabat yang setiap bulan datang ke peternakan mungkin mengambil jatah setoran.
Terkait dengan keluhan masyarakat tersebut, El Sabrina Kepala dinas pertanian dan peternakan (Kadistanak) Kota Pekanbaru menjelaskan, pada awalnya lahan tersebut merupakan zona pertanian dan pertenakan.
"Menilik dari lahan tersebut, pada awalnya memang kawasan yang disediakan untuk areal peternakan dan pertanian, namun seiring perkembangan kota Pekanbaru, timbul permasalahan baru ketika ada warga membangun perumahan disekitar lokasi tersebut," jelas Sabrina kepada GoRiau.com, Rabu (22/10/2015).
Dirinya mengaku, bahwa permasalahan lahan untuk zona peternakan dan pertanian di kota Pekanbaru, masih menyisakan beberapa persoalan.
"Keberadaan peternak di sana, sudah ada sebelum dibangunnya areal perumahan. Kalau keberadaan petani atau peternak terus terpinggirkan, bagaimana dengan ketahanan pangan kita," ucapnya.
El Sabrina selaku perwakilan pemerintah kota Pekanbaru, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan, berjanji akan meninjau ulang keberadaan lokasi tersebut.(dnl)