PEKANBARU, GORIAU.COM - Bangunan tak berizin makin populer di Kota Pekanbaru. Kinerja Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaruba) Pekanbaru lagi-lagi diuji. Dengan beranggotakan 15 orang, yang dibentuk menjadi tiga tim, rupanya tak sanggup menghendel dan mengawasi bangunan tak berizin di Kota Bertuah.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pengawasan Distaruba Pekanbaru, Taufik Ashari. Menurutnya dengan beranggotakan 15 orang, kesulitan masih menjadi bumerang bagi mereka.

"Kita saat ini beranggotakan 15 orang. Dengan jumlah itu, untuk memantau bangunan tak berizin di Kota Pekanbaru memang masih sulit. Tapi walau bagaimana pun, kita tetap turun ke lapangan setiap harinya," katanya kepada www.goriau.com, Senin (8/12).

Di sejumlah kelurahan, lanjut Taufik masih banyak bangunan yang berdiri tanpa memiliki IMB. Temuan-temuan di lapangan, pihaknya akan menyurati pemilik bangunan. Jika tak diindahkan, maka Distaruba Pekanbaru akan meminta Satpol PP untuk mengeksekusi.

Kendati demikian, tetap saja keteledoran terkait pengawasan masih kebablasan. Pembangunan perumahan yang tak berizin, bangunan yang dijadikan kost-kostan, bahkan gedung telkomsel yang berdiri tak jauh dari kantor DPRD Kota Pekanbaru terlihat melanggar aturan.

"Jika memang ada di lapangan ditemukan bangunan tak berizin, kita pasti akan menindak. Saya pun turun ke lapangan," tutupnya.(app)