PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Bahan bakar minyak solar mengalami kelangkaan di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (6/10/2013). Hal ini membuat truk pengangkut kayu memilih mengisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjual solar bersubsidi untuk kendaraan pribadi.


Akibatnya, sejumlah mobil pribadi harus antre berjam-jam menunggu giliran mereka mengisi BBM. Namun, kelangkaan tersebut bukan kali ini saja terjadi melainkan sudah hampir setiap hari.


Terutama di SPBU No 14, 283, 692 yang terletak di kilometer lima Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Ulah pengemudi truk juga mengganggu penguna jalan yang melintasi SPBU tersebut. Pasalnya, truk dengan bobot rata-rata di atas 40 ton itu diparkir sembarangan di jalan.


Berdasarkan pantauan, sampai saat ini tidak ada tindakan aparat kepolisisan dan dinas terkait untuk menertibkan pengisian BBM bersubsidi itu di ketiga spbu tersebut. Meski menurut Permen ESDM 1 Maret 2013 truk dilarang mengisi BBM bersubsidi.


''Kami mengisi BBM di SPBU kilo 5 karena diperintahkan bos. Sebab harga di SPBU perusahaan tempat kami mengisi BBM biasanya jauh lebih mahal. Harga BBM di SPBU perusahaan mencapai Rp8.000 per liternya,'' ujar salah seorang sopir, Situmorang. ***