PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Razia rutin Satuan Tugas Keamanan dan Ketertiban (Satgas KamtiB-) yang dipimpin Kalapas Kelas II B Pasir Pasirpengaraian Misbahuddin Sahaz, menemukan narkoba dibeberapa kamar lapas.

Kalapas yang didampingi Ka PLP Pasrlin Hutasuhut, setidaknya menemukan jenis narkoba di kamar nomor 7 yang merupakan kamar khusus tahanan narkoba, barang bukti jenis ganja juga ditemukan di kamar 1 yang diperuntukkan bagi tahanan baru.

Razia yang digelar mulai pukul 10.00 Wib dan selesai sekitar pukul 11.00 Wib, melakukan penyisiran dikamar tahanan yang sudah ditarget, khususnya di kamar satu dan tujuh.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa barang yang seharusnya dilarang dan tidak diperbolehkan masuk kamar. Diantara barang tersebut yakni 9 unit handphone, narkoba jenis ganja sekitar 6 ons, tali gitar, batu domino, mancis , sendok, gunting, power bang, bahkan pisau.

"Menurut pengakuan penghuni kamar, narkoba itu didapatkan dari sesorang berinisial AF (37), yang dipesan melalui seorang temanya dari Kota Ujungbatu pada selasa malam," ungkap Kalapas Pasirpengaraian

Barang haram tersebut dikrim ke halaman kantor lapas dan dititip kan kepada seorang oknum petugas lapas.

"indikasinya ada oknum petugas yang bermain, menyelundupkan barang haram tersebut dengan dicampur indomie dan makanan lainnya," tambahnya.

Ditegaskan Kalapas, untuk barang jenis handphone, Pungli dan Narkoba (Halinar) merupakan harga mati, untuk tidak beredar di Lapas. Tidak peduli siapapun orangnya baik warga binaan maupun petugas, jika itu melanggar akan dilakukan tindakan.

"Itu komitem saya barang-barang haram itu jika beredar di dalam lembaga pemasyarakatan, maka siapapun pelakunya akan ditindak tegas sesuai dengan peruturan dan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

Khususnya, Barang Bukti (BB-) jenis ganja akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib, yakni kepolisian. Kalapas juga berjanji akan lebih ketat dalam pemeriksaan terhadap pengunjung lapas.

"Kita sudah ketat namun manusia ada-ada saja triknya, bayangkan saja, kita sudah periksaan dua lapis, untuk setiap pengunjung, namun barang haram itu tetap lolos," terangnya.(dnl)