
SELATPANJANG - Pengerjaan peningkatan Jalan Alai-Mekong dipastikan tak selesai tahun ini. Dengan berbagai alasan, pihak rekanan hanya hanya menargetkan penyelesaian pekerjaan itu pada angka 40 persen saja.
Hal itu terungkap ketika Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi melakukan monitoring dan evaluating (Monev) terhadap progres peningkatan Jalan Alai-Mekong, Rabu (23/11/2016). Saat monev itu, H Irwan sempat menanyakan target penyelesaian pekerjaan ke rekanan.
Jawaban dari pihak rekanan waktu itu, pekerjaan ditargetkan selesai pada angka 40 persen hingga Desember 2016. Pihak rekanan beralasan terlambatnya pekerjaan disebabkan putusnya material dan faktor alam, banjir rob.
Baca Juga: Tolong Pak, Kalau Tak Siap Pekerjaan Ini Desa Mekong Hancur
Menanggapi hal ini, Bupati H Irwan mengatakan dalam waktu dekat akan pergi ke Jakarta guna membicarakan masalah ini dengan kementerian terkait. Dalam pembicaraan itu, H Irwan mengusahakan adanya pemberian perpanjangan waktu 50 hari sesuai dengan keputusan presiden (Kepres).
"Maksimal 40 persen, dengan perkiraan tahun anggaran itu berakhir tanggal 31 Desember. Kita usahakan adanya perpanjangan waktu 50 hari. Jadi, kalau ada perpanjangan waktu sesuai kepres yang diterbitkan presiden, insyallah saya yakin ini akan klir," kata H Irwan.
"Sekarang kita tinggal mendorong mudah-mudahan Kepres itu bisa diterapkan atau aplikasikan di Meranti, supaya tidak tergantung penyelesaiannya," tambah H Irwan.
Dijelaskan H Irwan, Pemda Meranti saat ini memang mengambil jalan pintas merangkai pulau, melalui pembangunan jalan darat ini. Sebab, program merangkai pulau dengan membangun jembatan penghubung antara Pulau Tebingtinggi dengan Pulau Merbau di Selat Rengit belum berhasil terealisasi.
"Jadi jalan (penyeberangan kempang Mekong-Semukut) ini akan dibangun dengan sebaik mungkin. Dengan kontruksi yang bisa mengatasi air pasang tinggi (banjir rob)," ujar H Irwan.
Ditambahkan H Irwan, kalau peningkatan Jalan Alai-Mekong itu tuntas, maka pada tahun depan akan dihotmix mulai dari simpang Masjid Raya Desa Alai hingga pelabuhan penyeberangan Kempang di Desa Mekong. "Mudah-mudahan step-step ini selesai. Sebab, kalau tak selesai akan mempengaruhi yang lainnya," kata H Irwan. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini