
PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya. Tapi berbeda dengan Rokan Hulu, meski Kerajaan Tambusai merupakan kerajaan yang punya sejarah panjang dalam mendukung kemerdekaan RI, namun perhatian kepada daerah eks kerajaan tersebut sangat minim.
Buktinya, jalan menuju Desa Rantau Binuang Sakti yang merupakan bekas kerajaan Tambusai dibiarkan seperti arena motorcross, penuh lubang dan becek jika sebentar saja kena hujan. Di daerah ini berdiri eks kerajaan Tambusai yang dipimpin raja ke-16, Sultan Zainal Abidin. Selain itu juga terdapat pusat pengembangan Islam yang dipimpin Syekh Abdul Wahab Rokan Alkholidi Naqsabandi putra daerah atau jati Rokan Hulu yang sampai saat ini masih melegenda dan bahkan ilmunya menyebar luas bahkan bulan maret yang lalu baru selesai dilaksanakan haul ke-90 beliau di Basilam Langkat Sumatera Utara.
Anehnya, meski daerah ini merupakan salah pusat sejarah Rokan Hulu, pembangunan di daerah ini sangat minim, terutama akses jalan dimana jalan ini juga merupakan urat nadi untuk peningkatan ekonomi warga setempat.
''Kondisi jalan menuju Desa Rantau Binuang Sakti sungguh memprihatinkan dan mengharukan. Disaat masyarakat lain dengan leluasa memanfaatkan jalan darat sebagai peningkatan ekonomi masyarakat, di sini sungguh sangat berbeda. Selama indonesia merdeka, masyarakat belum merasakan suatu yang menjadi hak yang melekat pada setiap warga negara indonesia. Pada tahun 2011 dalam APBD Kab Rohul, sudah diperjuangkan perencanaan pembangunan penimgkatan jalan dengan menggunakan APBD Kab Rohul 2011, namun sampai saat ini belum terealisasi,'' ujar aanggota Komisi III DPRD Kabupaten Sokan Hulu, Ismail SAg MSi kepada GoRiau.com, Jumat (11/4/2014).
Dikatakan, pada tahun 2011 tersebut sudah dianggarkan Rp15 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 14 kilometer, namun hingga 2014 ini, belum ada tindaklanjut dari penganggaran tersebut. ''Kita minta Pemkab Rohul konsisten dalam melaksanakan pembangunan, kalau sudah disepakati dan dianggarkan, kenapa tidak direalisasikan,'' ujarnya.
''Saat kami menemui masyarakat di Desa Rantau Binuang Sakti, terkesan masyarakat pasrah dan tak banyak berucap, mereka pasrah dan menerima saja kondisi jalan seperti ini,'' ungkapnya. ***