PEKANBARU, GORIAU.COM - Belum definitifnya Gubernur Riau ternyata menjadi kesempatan bagi ''pihak-pihak tertentu'' untuk menghabiskan uang rakyat yang dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014. Pada pembahasan RAPBD yang kini sedang berlangsung di DPRD Riau, ternyata program kerjanya monoton dan hanya ''copi paste'' dari program sebelumnya.

Lucunya, sudahlah banyak program ''copi paste'' dari tahun sebelumnya, di hampir semua kegiatan selalu dibarengi dengan anggaran ''jalan-jalan'' pelaksana kegiatan maupun pejabat. ''Bayangkan, untuk cetak buku saja, anggaran perjalanan dinasnya lebih besar dari biaya beli bukunya. Ini luar biasa,'' ujar anggota DPRD Riau, Eddy Mohd Yatim menjawab GoRiau.com, Rabu (18/12/2013).

''Kita minta pembahasan anggaran tahun ini benar-benar dicermati. Dari gambaran yang ada saat ini, program strategisnya tidak begitu nampak bahkan tidak sesuai dengan visi dan misi Riau. Visi dan misi entah kemana, program juga entah kemana, pokoknya tidak nyambung,'' tegas anggota DPRD yang merupakan pengganti antar waktu ({PAW) dari Fraksi Demokrat Riau ini.

Meski belum setahun menjabat sebagai anggota DPRD Riau, Eddy Mohd Yatim meminta eksekutif menyusun program kerja yang mencerminkan visi dan misi Riau yang ingin menjadi kekuatan ekonomi baru di Asia. ''Kalau yang diajukan Pemprov saat ini, tak ada yang mendukung visi dan misi Riau, umumnya itu program tahun lalu yang direvisi sedikit-sedikit. Kalau belanja aparatur, bolehlah tak banyak beda, tapi kalau belanja publik benar-benar tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat,'' tegas mantan wartawan ini.

Eddy juga mengkritik penyusunan RAPBD yang ''miskin ide'' dan tidak memiliki terobosan sama sekali. ''Tapi yang luar biasa itu, anggaran jalan-jalannya. Hampir semua kegiatan dibarengi biaya perjalanan, ini pemborosan. Apalagi kalau jumlah perjalanannya lebih besar dari anggaran untuk kegiatannya,'' tegasnya. ***