
PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Riau, Syafaruddin Poti, angkat bicara terkait pro kontra pembangunan gedung tower seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto.
Dikatakan Poti, memang saat pembahasan anggaran tahun lalu, wacana ini pernah disampaikan oleh Pemprov Riau dalam rapat pimpinan, namun belum ada kesepakatan terkait pembangunan itu.
"Saat penetapan APBD saya tidak hadir juga, tapi dalam rapat terakhir, kami mempertanyakan ini dilakukan lewat anggaran apa, apakah multiyears atau satu tahun? Ini harus jelas dulu. Termasuk MoU dan Perda untuk kalau itu memakai skema multiyears. Merencanakan sesuatu itu kan harus sesuai kemampuan," ujar Politisi PDIP ini, Jumat (28/1/2022).
Impian pembangunan gedung ini, jelas Poti, tentunya juga harus mempertimbangkan asas pemanfaatan. Pemprov Riau harus melakukan inventarisasi terhadap keberadaan aset gedung yang ada saat ini, apakah semua sudah produktif.
"Bermimpi besar itu boleh, tapi lihat dulu asas pemanfaatan. Apakah manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara umum?" katanya.
Provinsi Riau, sambungnya, masih sangat membutuhkan sarana dan prasarana dari pemerintah, namun yang prioritas menurutnya adalah infrastruktur jalan, jembatan, dan lainnya.
"Sarana prasarana pendidikan, kesehatan juga harus diutamakan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Kalau itu semua rasanya sudah dipenuhi, baru kita geser ke pelayanan birokrasi. Bagi saya pribadi, gedung besar ini hanya akan dinikmati oleh orang di Pekanbaru saja, Riau ini kan luas," tutupnya. ***