SELATPANJANG - Memasuki akhir tahun (November dan Desember), Banjir Rob atau meningkatnya debit air laut terjadi di wilayah pesisir, Kepulauan Meranti, Riau. Akibatnya, banyak pemukiman warga dan pusat perbelanjaan terendam air laut yang sedang pasang.

Pantauan GoRiau, banjir rob atau meningkatnya debit air laut ini terjadi sejak 4 hari belakangan, sekitar hari Selasa (15/11/2016). Adapun titik-titik yang terendam banjir antara lain jalan penyeberangan kempang Mekong-Semukut, beberapa desa yang terletak tak jauh dari pantai, pemukiman warga Selatpanjang, dan pusat perbelanjaan atau yang sering disebut Pasar Sandang Pangan Selatpanjang.

Baca Juga: Diguyur Hujan Sejumlah Daerah di Meranti Banjir

Beberapa penjual pakaian ditemui ketika membersihan sisa-sisa banjir, Jumat (18/11/2016) mengatakan ketika di laut air pasang, akan merendam lantai kios atau toko. Setidaknya sudah ada se mata kaki orang dewasa, ketinggian air di lantai toko mereka. "Nanti Bulan Desember lebih tinggi lagi airnya," ujar Nani.

Ditambahkan beberapa penjual baju lainnya, mereka khawatir ketika air laut pasang, terkadang toko sering dimasuki ular. Selain itu, meski banjir tidak begitu tinggi, jalanan depan toko mereka akan sepi. Warga enggan melintas, karena jika terkena air asin besi-besi akan cepat rusak dan keropos.

"Pernah kejadian, ular masuk ke dalam toko dan sembunyi di bawah meja," kata mereka.

Baca Juga: Banjir di Kepulauan Meranti Menelan Korban, Balita Meninggal Dunia setelah Tenggelam di Parit

Di tempat terpisah Plt, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal SH MSi, mengaku terus memantau banjir tahunan tersebut. Hampir tiap hari semenjak banjir merendam, Ia mengirimkan anggota BPBD ke beberapa daerah (terkena banjir, red) itu. "Anggota sudah memantau di lapangan," ujar M Edy Afrizal.

Disampaikan M Edy Afrizal lagi, banjir yang terjadi hari Jumat (18/11/2016) sampai ketinggial 60 cm. Itu terjadi di jalan penyeberangan kempang Mekong - Semukut.

Untuk itu, laki-laki yang akrab dipanggil Panglime ini mengimbau seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati selama banjir terjadi. Kepada orang tua, diminta untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. "Tingkatkan kewaspadaan, terutama pada anak-anak. Jangan biarkan mereka bermain di dekat parit atau pun lokasi banjir," ujarnya.

Banjir ini merupakan banjir tahunan. Terjadi sejak Bulan November hingga Desember. Meski dua bulan, tapi banjir hanya terjadi beberapa hari saja untuk tiap bulan. Debit air laut memang meningkat pada akhir tahun, ditambah beberapa wilayah Kepulauan Meranti memang rendah, sehingga mudah terendam banjir. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini