BAGANSIAPIAPI - Seekor anak ular yang disebut ular "Tandik Sembilang" berusaha masuk rumah warga di Jalan Utama Gg Usaha ,Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Ular itu konon sangat berbahaya karena racun yang dikeluarkannya dapat membuat orang tidak bernyawa hanya dalam tempo waktu satu jam.

"Ular ini sangat berbahaya. Mulut dan ekornya mengandung "bisa" yang mematikan," kata Maswir kepada GoRiau.com, Senin (19/9/2016)

Maswir (42), salah satu warga Gg Usaha, ikut menjadi korban akibat banjir yang berasal dari pasang keling yang melanda wilayah itu. Sudah dua hari ini, warga senantiasa waspada dari ancaman binatang berbisa yang berusaha mencari dataran yang lebih tinggi untuk menyelamatkan hidupnya.

Menurut keterangan Maswir, banjir yang berasal dari pasang keling pada tahun ini cukup parah dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan, peristiwa yang sama pernah terjadi pada tahun 2000. Banjir yang melanda pemukiman warga, tidak bisa diprediksikan kapan akan surut. Katanya, butuh kerjasama dari warga untuk bergotong royong dengan cara menggali tanah agar air yang menggenangi rumah warga bisa berkurang.

Dari pantauan, hampir seluruh warga yang tinggal dipesisir sungai Rokan, menjadi korban banjir yang berasal dari pasang keling. Parahnya, air laut yang pasang juga membawa lumpur. Tak ayal, hampir seluruh rumah, jalan dan tempat rekreasi yang berada di areal perkantoran dbatu enam tertutup lumpur.

Kesibukan warga bukan hanya menyedot air yang berada dalam teras, tapi juga membersihkan lumpur yang menempel di lantai serta perkakas yang ada dirumah warga. Sedangakan anak anak memanfaatkan rakit untuk mengeluarkan barang ketempat yang lebih aman. ***