PEKANBARU – Setelah aksi demonstrasi sempat ricuh, pejabat Pemerintah Provinsi Riau akhirnya menemui mahasiswa Universitas Riau di depan gerbang Kantor Gubernur Riau, Rabu, 12 Agustus 2026. Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Riau Bobby Rachmat dan Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Riau Yan Darmadi duduk bersama mahasiswa sembari menunggu komunikasi melalui video call dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

Pertemuan berlangsung setelah sebelumnya terjadi aksi saling pukul dan lempar botol antara mahasiswa dan aparat keamanan. Sejumlah mahasiswa juga sempat ditarik masuk ke area pos keamanan. Ketua BEM Unri Muhammad Azhari sebelumnya mempersoalkan kericuhan tersebut dan menyebut ada mahasiswa yang mengalami luka di bagian kepala.

Di hadapan pejabat Pemprov Riau, Azhari meminta pemerintah lebih terbuka terhadap mahasiswa. Ia juga menyampaikan keinginan agar pemerintah menyediakan ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan yang mereka sampaikan dalam aksi.

“Saya mohon lebih welcome kepada mahasiswa. Kita akan mentasih kajian-kajian. Ke depan saya minta ada forum dialog,” kata Azhari.

Azhari mengatakan BEM Unri telah empat kali mengirimkan surat audiensi kepada Pemerintah Provinsi Riau. Namun, hingga aksi tersebut digelar, mahasiswa belum mendapatkan ruang pertemuan yang mereka harapkan.

Dalam kesempatan itu, Azhari juga meminta kepastian dari SF Hariyanto untuk bertemu langsung setelah kembali dari Batam. Permintaan tersebut disampaikan saat komunikasi dengan SF Hariyanto melalui video call.

“Saya tunggu Bapak pulang dari Batam, balik ke Riau. Bapak janji ya, Pak,” ujar Azhari.

“Siap, siap. Janji,” jawab SF Hariyanto.

Sementara itu, Bobby Rachmat mengatakan Pemprov Riau telah mendengar keinginan mahasiswa untuk bertemu langsung dengan SF Hariyanto. Menurut dia, substansi yang disampaikan mahasiswa pada pertemuan tersebut berkaitan dengan permintaan dialog bersama Plt Gubernur Riau.

“Nanti lah kita bahas. Kalau begitu di sini pula. Jadi mereka sudah menyampaikan, intinya mereka mau berjumpa sama Pak Plt Gubernur, berdialog,” kata Bobby kepada awak media setelah pertemuan.

Saat ditanya mengenai kericuhan yang sebelumnya terjadi, termasuk aksi pemukulan antara mahasiswa dan aparat keamanan, Bobby belum memberikan penjelasan lebih jauh. Ia mengatakan persoalan tersebut masih akan dibahas agar pemerintah tidak memberikan keterangan yang belum utuh.

“Ya, terima kasih. Memang belum ada selesai. Itu nanti lah kita,” ujarnya.

Bobby mengatakan pemerintah ingin memastikan persoalan tersebut dibicarakan melalui mekanisme dialog. Ia khawatir penjelasan yang diberikan secara terburu-buru justru tidak sesuai dengan konteks kejadian maupun substansi pembicaraan dengan mahasiswa.

“Makanya kalau nggak bisa kita ini kan dialog. Kita dialognya nggak tahu kita dialog seperti apa. Jadi kalau kita sampaikan nanti nggak sesuai pula,” kata Bobby.

Pertemuan antara pejabat Pemprov Riau dan mahasiswa berlangsung di depan gerbang Kantor Gubernur Riau. Selesai perjumpaan dengan video call nampak Mahasiswa di lokasi mulai meninggalkan tempat. ***