PEKANBARU - Setelah menggelar orasi singkat di Bundaran Zapin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus melanjutkan aksi mereka di depan gerbang Kantor Gubernur Riau, Jumat (9/12/2016) siang.

Dalam demonstrasi tersebut, mereka menyampaikan lima poin tuntutan, terkait penanganan dan penuntasan kasus Korupsi di provinsi berjuluk Negeri Lancang Kuning ini. Tegas, mahasiswa minta supaya koruptor digantung saja.

Tuntutan pertama, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkantor di Provinsi Riau. Kedua mendesak penegak hukum menuntaskan sejumlah kasus korupsi di Riau.

Baca Juga: Bundaran Zapin Kota Pekanbaru Dikepung Ratusan Mahasiswa

Permintaan ketiga, mendesak klarifikasi Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman terkait korupsi Migas. Keempat meminta agar izin perusahaan yang membuka lahan di wilayah Riau dicabut saja.

Lalu massa juga menginginkan KPK, Polda Riau dan Kejati agar melakukan penyidikan terhadap aparatur negara yang terkait dengan tindak pidana korupsi, khususnya soal perusahaan pembakar lahan.

Pantauan GoRiau.com (GoNews Group), ratusan mahasiswa beralmamater itu duduk di aspal, sambil meneriakkan, "Gantung Koruptor". Massa juga menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Aksi itu sengaja digelar ratusan mahasiswa itu, apalagi hari ini bertepatan dengan puncak Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI), yang dilangsungkan di Pekanbaru, Riau. Sampai berita diturunkan, unjuk rasa masih berlangsung.

Lantaran ruas jalan digunakan untuk berorasi, pengendara yang melewati Bundaran Zapin, Jalan Jenderal Sudirman terpaksa dialihkan ke Jalan Gajah Mada.***