
TELUKKUANTAN - Amri Yasir, salah seorang tim pemenangan Indra Putra - Komperensi (IKO) membeberkan kronologi bagaimana dirinya diintimidasi dan dipaksa oleh tim pemenangan Mardjan Ustha - Muslim (MM). Dimana, dirinya bersama Ahmad dipaksa untuk mengaku telah menerima suap dari H. Salam.
"Malam tadi, ada sekitar 37 orang yang rapat di rumah Pak Haji (Salam). Ketika hendak pulang, kami minta uang jaga sama beliau dan dikasih Rp100 ribu per orang," ujar Yasir didampingi Ahmad kepada GoRiau.com, Selasa (8/12/2015) usai melapor ke Panwaslu Kuansing.
Ia melanjutkan, keluar dari rumah Salam, mereka berbelanja untuk membeli rokok dan beberapa barang belanjaan lainnya. Setelah itu, mereka berjalan pulang.
"Ketika kami melewati posko MM, kami ditarik oleh Mirtak dan dipaksa mengaku bahwa Pak Haji membagi-bagi uang untuk sogok. Kami terus ditekan. Ya kami sampaikan, bahwa uang tersebut untuk jaga-jaga," urai Yasir.
Kemudian, Mirtak meminta uang pecahan Rp100 yang diterima dari Salam. Kedua orang ini mengeluarkan uang sisa belanjaan tersebut.
"Kami bilang, uangnya sudah dibelanjakan dan ini sisanya," tegas Yasir sambil memperlihatkan uang tersebut.
Tiba-tiba, lanjut Yasir, Mirtak langsung mengeluarkan uang pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar dari dalam dompetnya. "Dia kasihkan ke kami dan suruh pegang, lalu kami difoto."
"Usai difoto, uang tersebut diambil lagi oleh Mirtak dan masukkan saku. Hanya beberapa detik kami memegangnya," tambah Yasir.
Kemudian, masih Yasir, Mirtak menelpon Muslim yang tak lain adalah Calon Wakil Bupati Kuansing nomor urut 3. "Ternyata, dia datang bersama Kasat Intel Polres Kuansing."
"Kami sangat tidak terima dengan salah satu media online yang memuat gambar kami. Untuk itu, kami akan menggugat media tersebut. Itu merupakan berita fitnah," pungkas Yasir.***