PEKANBARU, GORIAU.COM - Ada apa dengan kepengurusan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Riau? Pasalnya, ketua terpilih H Basrial SSos nekat melangkahi beberapa mekanisme organisasi agar bisa secepatnya diilantik sebagai ketua POBSI Riau periode 2014 - 2018. Bahkan Basrial mengurus sendiri SK ke PP POBSI.

Informasi ini dihimpun GoRiau.com, Rabu (11/2/2015), diduga ada yang ingin ''diselamatkan'' oleh Basrial dibalik pengurusan sendiri SK DPP. Sehingga mekanisme yang ada seperti hasil Musprov harus disampaikan oleh panitia ke KONI untuk mendapatkan rekomendasi dan berita acara seharusnya dibuat oleh panitia.Ketua Panitia Musyawarah Olahraga Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Riau yang diselenggarakan 13-14 Desember lalu, Zulkarnain Lubis saat dikonfirmasi GoRiau.com, Rabu (11/2/2015), mengatakan, sesuai mekanisme hasil Musprov seharusnya hasil Musprov disampaikan oleh panitia ke KONI Riau dan PP, bukan oleh ketua terpilih. ''Awalnya kita percaya, dimana Basrial pasca pemilihan meminta waktu selama satu bulan untuk menyusun kepengurusan. Namun sebulan setelah pembentukan tim formatur, Basrial tak juga menyerahkan hasil rapat tim formatur mengenai susunan kepengurusan kepada panitia. Lalu tiba-tiba, kita mendapat informasi pengukuhan pengurus baru akan dilaksanakan 28 Februari mendatang,'' ujar Zukarnain.Artinya, ketua terpilih, Basrial sengaja ''diam-diam'' menyusun dan men-SK-an kepengurusan. Bahkan dikabarkan, Basrial tidak melibatkan dua anggota tim formatur dalam menyusun kepengurusan.''Sampai sekarang, saya tidak ada menandatangani laporan Musprov yang akan diserahkan ke KONI dan Pengurus Pusat,'' jelas Zulkarnain Lubis.Karena itu Zulkarnain Lubis mengaku heran mengapa secara tiba-tiba ada rekomendasi dari KONI dan SK PP POBSI tentang susunan kepengurusan Pengprov POBSI Riau.Sementara itu Ketua POBSI Riau, H Basrial saat dikonfirmasi GoRiau.com mengatakan, dirinya tidak melanggar mekanisme apapun di POBSI. ''Saya kan ketua terpilih, saya punya hak menyusun kepengurusan. Untuk diketahui, kepanitiaan Musprov tersebut sudah disetting sedemikian rupa untuk menjatuhkan saya. Dan indikasinya sudah saya baca sejak pembentukan panitia hingga tim formatur. Jadi wajar saya menyusun kepengurusan. Dan seluruh proses sudah saya lewati, bahkan saya sudah melaporkan hasil tim formatur ke panitia, hanya panitia yang tak berniat menyelesaikannya,'' tegasnya. ***