
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Karena Bupati Siak sedang menghadiri acara di Kementerian Agama RI dan Wakil Bupati Siak menghadiri HUT Riau di Pekanbaru, maka Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono dipercaya memimpin jalannya upacara perayaan HUT Riau ke-56 tingkat Kabupaen Siak di Lapangan Tugu, Siak Sri Indrapura, Selasa (30/8/2013).
Puncak acara hari Jadi Provinsi Riau di Siak dilaksanakan di lapangan Tugu Depan Istana Siak. Selaku Inspektur Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono dan komandan upacara Camat Mempura Jumanatias.
Hadir pada Kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Siak Zainul Arifin, Ketua Pengadilan Negeri Siak Irfanuddin, dan Mayor Laut Bariyadin Pasminlog mewakili Danlanal Dumai serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum H. Jamaluddin sejumlah pejabat lainnya dilingkungan pemerintah kabupaten Siak.
Dalam sambutan Gubernur Riau pada HUT Provinsi Riau ke-56 yang dibacakan oleh Kapolres Siak, hari jadi ke 56 Provinsi Riau tahun 2013 ini intinya mengembalikan memori kepada amal bakti dan jasa-jasa para syuhada dan pejuang pendiri Provinsi Riau, sehingga bisa merasakan makna kemerdekaan, buah dari air mata dan darah dari pejuang-pejuang Provinsi Riau.
Perjuangan untuk mendirikan Provinsi Riau ke-56 tahun yang lalu bukanlah perjuangan ringan. Akan tetapi banyak rintangan dan tantangan yang memakan waktu panjang, air mata dan pengorbanan jiwa raga.
“Oleh sebab itu jadikan peringatan Hari Jadi ke 56 Provinsi Riau ini sebagai kilas balik untuk melihat potret Provinsi Riau di masa lalu, masa kini dan masa yang akan dating guna mengetahui sejauh mana jati diri anak negeri membawa eksistensi daerah ke arah yang lebih maju, sejalan dengan cita-cita para leluhur dan pelaku sejarah Provinsi Riau, sehingga akhirnya akan menempatkan Provinsi Riau sebagai Provinsi terhormat di Indonesia bahkan dunia,” kata Kapolres menyampaikan.
Sementara itu, hari jadi Provinsi Riau ke 56 tahun 2013 ini dilaksanakan pada saat seluruh komponen masyarakat Riau dihadapkan pada berbagai tantangan, persaingan sebagai akibat terjadinya globalisasi yang mengikis jati diri masyarakat Provinsi Riau. Menghadapi kondisi dan situasi tersebut maka seluruh komponen masyarakat di daerah Riau haruslah memiliki pemahaman dan kesepakatan bersama terhadap Visi dan Misi, arah kebijakan strategi, serta langkah-langkah perencanaan pembangunan yang tercermin dalam visi 2013.
Dengan filosofi dan kajian terhadap fenomena sosial yang terjadi yang ditinjau dari letak geografis, geo politik, maka Provinsi Riau telah memiliki misi yang jelas dikenal dengan Visi Riau 2020 yaitu, terwujudnya Provinsi Riau sebagai Pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di Asia Tenggara Tahun 2020. Usiak ke 56 Provinsi Riau ini cukup matang untuk membawa Provinsi Riau kearah kemajuan diberbagai bidang, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. (sks)