PEKANBARU - Kegiatan tes urine bagi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau memang belum dianggarkan hingga saat ini. Maka tidak heran, jika oknum di Satpol PP di Riau sering kali terjerat kasus narkoba karena kurangnya pengawasan.

"Mungkin di APBD Perubahan nanti lah, kita anggarkan tes urine," singkat Kasatpol PP Riau, Zainal kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (14/4/2017).

Diketahui, anggaran yang dibutuhkan untuk tes urine perorangnya diperkirakan sekitar Rp100 ribu. Tentunya itu akan dikalikan jumlah anggota Satpol PP yang mencapai ratusan orang.

Pada hari ulang tahun (HUT) ke-67 Satpol PP di Provinsi Riau yang baru saja dilaksanakan pada Kamis (13/4/2017) pagi menjadi momen bagi Kasatpol PP Riau, Zainal membenahi instansinya, terutama mengubah image Satpol PP yang belakangan ini menjadi sorotan lantaran beberapa oknumnya sering terjerat kasus narkoba.

Sayangnya, belum satu hari perayaan HUT Satpol PP itu berlangsung, nama Satpol PP Riau kembali 'tercoreng' ketika Satuan Reserse Narkoba Polres Kampar Provinsi Riau meringkus seorang pria berinisial AM (37 tahun) yang diketahui sebagai honorer Satpol PP Bangkinang, pada Kamis (13/4/2017) tadi malam.

Dalam hal ini, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman meminta Kasatpol PP Riau untuk memperketat proses perekrutan pegawai. Tujuannya untuk menciptakan ruang lingkup pekerja Satpol PP yang bebas dari kasus narkoba.

"Dalam merekrut anggota harus lebih ketat berdasarkan pada transparansi. Kita harus betul-betul melakukan reformasi," kata Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (14/4/2017). ***