PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan mahasiswa dari Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap, memblokade jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau, Rabu (9/9/2015) siang. Mereka berunjuk rasa persis di depan gerbang kantor Gubernur Riau, menuntut penuntasan musibah asap yang terjadi menahun di negeri Lancang Kuning.

Aksi massa tersebut, praktis melumpuhkan ruas jalan Jenderal Sudirman via bundaran Zapin. Sehingga arus kendaraan terpaksa dialihkan menuju Jalan Gajahmada. Ratusan massa beralmamater itu mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum, keras menindak pelaku pembakar lahan, termasuk perusahaan.

Ada tujuh tuntutan yang disampaikan massa aksi, diantaranya meminta agar dihentikannya monopoli lahan gambut. Kemudian meminta aparat menindak tegas terhadap perusahaan pembakar lahan. Tuntutan selanjutnya menginginkan lembaga terkait agar mengaudit serta mengevaluasi izin pemanfaatan lahan.

"Riau terdiri dari 70 persen daratan yang diisi perkebunan yang dimiliki oleh perusahaan. Bayangkan jika lahan itu terbakar demi kepentingan mereka lalu menimbulkan asap yang membuat ribuan masyarakat terkena ISPA. Kita menuntut kembalikan tanah yang dikuasai itu kepada rakyat. Hidup rakyat," teriak lantang koordinator demo.

Desakan lain, meminta satuan tugas penanganan kebakaran lahan dan hutan untuk menyeluruh melakukan penyiraman lahan yang membara akibat ulah segelintir pelaku. "Berikan kami kompensasi kesehatan akibat asap ini. Seret mereka ke penjara," sambungnya dengan pengeras suara.

Aksi massa juga meminta agar pemerintah segera mengevakuasi rakyat Riau yang jadi korban bencana asap, yang sudah masuk dalam level berbahaya. "Cabut izin perusahaan HTI dan perkebunan sawit pembakar lahan dan hutan di Riau," tukasnya.

Pantauan GoRiau.com, massa ini berasal dari sejumlah universitas yang ada di Pekanbaru, dan beberapa kabupaten lainnya. Ratusan personil kepolisian juga tampak berjaga-jaga dan mengatur arus kendaraan yang menumpuk padat, hingga memacetkan jalan.

Hingga berita ini diturunkan, aksi massa masih berlangsung. Pengunjuk rasa terus bertambah, bahkan juga menggelar shalat Ashar bersama di aspal jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Mereka juga terlihat membawa berbagai macam spanduk tuntutan. (had)