DUMAI, GORIAU.COM - Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dumai atas agenda penyampaian hasil kerja banggar, Rabu (12/2/2014) diwarnai aksi protes dari sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Pro Masyarakat Dumai.

Dalam penyampaiannya, para warga yang datang dan berunjuk rasa di depan kantor DPRD menuntut agar rencana pembangunan masjid terapung dilanjutkan dan diloloskan dalam APBD 2014."Kami tidak akan pilih anggota DPRD yang sudah duduk saat ini," teriak warga.Pengunjuk rasa menyebutkan pembangunan masjid terapung merupakan ikon Kota Dumai untuk menciptakan Dumai Kota pengantin berseri sesuai visi dan misi Walikota 2010-2015.Sementara, warga lainnya, Toy menanggapi atas sebutan sejumlah oknum yang mengakui dari Aliansi pro masyarakat Dumai menolak jika nama warga Dumai dibawa-bawa untuk kepentingan pribadi."Jangan bawa -bawa nama warga Dumai, saya juga warga Dumai, boleh saja bawa nama masyarakat Dumai, tapi yang bagian mananya," ujar Toy.Sementara Tito Gito, anggota DPRD dari Komisi III menyebutkan bahwa dewan tidak menolak pembangunan masjid hanya tahun ini belum bisa dianggarkan akibat terbentur persoalan perundang-undangan."Kami sayang kota Dumai, namun tahun ini belum bisa akibat beberapa aspek dan ketentuan undang-undang yang harus dipatuhi sehingga belum bisa dianggarkan tahun ini," ungkapnya.Para pengunjuk rasa meski belum mendapat tanggapan dari DPRD Dumai, usai menyampaikan aspirasinya langsung memilih membubarkan diri secara teratur."Kami hanya menyampaikan dan tergantung DPRD menanggapinya bagaimana," sebut salah satu pengunjuk rasa.(egy)