BENGKALIS, GORIAU.COM - Nasib tragis menimpa kakak beradik, Nurmalisa (8) dan Siti Nurbaya (6), warga Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis. Si akak Nurmalisa akhirnya meninggal akibat mengalami luka bakar tersambar api lampu teplok.

Rosmalisa dan Siti Nurbaya dirujuk RSUD Bengkalis ke RSUD Pekanbaru karena luka bakar yang dialaminya cukup parah.Namun nasib berkata lain, saat masih di perjalanan si kakak, Rosmalisa menghembuskan napasnya terakhir, Kamis (2/10/2014).

''Kakaknya meninggal karena luka bakarnya cukup parah. Ayahnya yang berencana menemani kedua anaknya ke Pekanbaru, terpaksa kembali ke Penampi membawa jenazah Rosmalisa, sedangkan sang ibu terus ke Pekanbaru menemani si adik, Siti Nurbaya,'' ungkap Abu Samah, kerabat dekat keluarga korban, Jumat (3/10/2014).

Dua kakak beradik ini mengalami luka bakar akibat lampu teplok yang dinyalakan ibunya meledak, Rabu (1/10/2014). Kedua balita malang ini sempat dirawat di RSUD Bengkalis, kemudian dirujuk ke Pekanbaru pada Kamis (2/10/2014).

Menurut ibu korban, seperti dikisahkan Abu Samah, ia sengaja membeli minyak tanah mengantisipasi kalau-kalau saat malam listrik PLN mati.

Saat si ibu mengisi dan menyalakan pelita pertama, tidak ada kejadian apapun, lampu hidup normal. Tapi saat si ibu mengisi minyak pelita kedua, tiba-tiba api dari pelita pertama menyambar minyak pelita kedua.Saat bersamaan kedua anaknya berhampiran dengan lampu tersebut sehingga menyambar keduanya.(jfk)