BAGANSIAPIAPI - Sebanyak 200 pelajar yang tergabung dalam Forum Pelajar Islam Rokan Hilir (Rohil), Riau turun ke jalan dalam aksinya menolak perayaan 'Valentines Day'. Aksi 'long march' ini mereka lakukan dari masjid agung dan berkeliling di Kota Bagansiapiapi pada Sabtu (13/2/2015) sore.

Dalam aksi simpatiknya, para pelajar membawa poster bertuliskan "I'm Moeslim, No Valentine Day", "Remaja Pintar Tidak Ikutan Valentine Day" dan "Waspada Pergaulan Bebas" serta masih banyak lagi tulisan yang mengajak para pemuda untuk menolak perayaan hari kasih sayang.

Menurut koordinator aksi, Junaidi menyebutkan,  perayaan hari valentine bukan berasal dari umat islam. Karena menurutnya perayaan hari velentine selama ini selalu identik berduaan dengan pasangan yang tidak muhrim.

"Perayaan hari valentine tidak sesuai dengan sejarah maupun aktivitasnya bagi umat islam. Apalagi budaya perayaannya cendrung membahayakan generasi muda," cetus Junaidi.

Dalam orasinya di depan kantor bupati, Junaidi mengimbau kepada seluruh pemuda agar tidak terbawa arus budaya barat yang dapat merusak akidah Islam. Selain itu, perayaan hari valentine juga sudah menjadi ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Usai melakukan orasi di depan kantor bupati, ratusan pelajar ini berkeliling sambil bernyanyi menolak perayaan hari Valentine.(amr)