PEKANBARU - Tokoh Perempuan dan Pendidikan Riau, Dra. Hj. Rosnaniar, M.Si mengungkap kenapa harus pilih Irvan Herman sebagai Anggota DPR RI mewakili masyarat Riau di Senayan.

Alasanya kata dia, karena Irvan Herman adalah sosok politikus muda yang bisa menjadi wakil rakyat. "Sekarang ini bukan lagi soal pengalaman atau tidak, tapi soal kemampuan menjadi corong rakyat," ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Selain muda dan mampu menjadi wakil rakyat kata Rosnaniar, Irvan Herman juga memiliki rekam jejak yang bagus dan lahir dari keluarga yang bagus pula.

"Herman Abdullah adalah pemimpin yang berhasil di kota pekanbaru sebagai walikota selama 2 Periode (2001 - 2011). Pada waktu itu saya menjabat sebagai Anggota DPR RI. saat ini, saya tahu betul bagaimana sosok dr. Irvan Herman yang merupakan putera tertua dari Herman Abdullah," tandasnya.

Ads
"Irvan di mata saya adalah anak yang berbakti bagi kedua orang tua," ujarnya lagi.

Sebagai mantan anggota DPR RI, Rsomaniar mengaku sudah tahu bagaiman sosok yang dibutuhkan di Senayan.

"Saya tahu betul bagaimana kita sebagai warga Riau yang duduk di senayan, untuk memperjuang kan aspirasi masyarakat Riau," tandasnya.

Sebagai Anggota DPR kata dia, bukan pengalaman yang dibutuhkan, tetapi sosok muda yang bisa bekerja dan mengerti akan kebutuhan masyarakat Riau sendiri.

"Dan saya percaya dan sangat yakin untuk dr. Irvan Herman mampu membuat Riau lebih Maju dengan mengedepankan Aspirasi Rakyat Riau yang ingin perubahan lebih Baik untuk Masa Depan Riau," ujarnya penuh keyakinan.

Sebelumnya, Sekretaris MUI Kota Pekanbaru DR H Hasyim SPdi MA, juga meyakini sosok dr. Irvan Herman bisa melanjutkan karier sang ayah dalam dunia politik maupun pemerintahan.

Karena menurut Hasyim, ketokohan Irvan Herman sudah menurun dari orang tuanya yakni mantan Walikota Herman Abdullah, yang dikenal dengan sejumlah prestasi yang membanggakan dalam membangun kota Pekanbaru menjadi kota yang sangat maju dan menjadi ibukota Provinsi Riau seperti saat ini.

"Masyarakat Riau sudah mengetahui bahwa dr Irvan Herman anak kandung dari Bapak Herman Abdullah. Sepak terjang Pak Herman Abdullah semasa tugasnya terbilang sukses. Biasanya cucuran atap  turunnya ke pelimbahan juga atau istilah lain buah jatuh tak jauh dari pohonnya," ungkap DR H Hasyim, Senin (8/4/2019) kemarin.

Menurut Hasyim lagi, Herman Abdullah telah berhasil membangun kota Pekanbaru menjadi kota madani. Dan ia juga meyakini, ke depan sosok sang anaklah yang bakal melanjutkan kariernya.

"InsyaAllah dr Irvan Hemran dapat menggantikan estafet kepemimpian ayahnya di pentas nasional. Ia sosok muda yang kita andalkan dari Riau," tandasnya.

Selain pengusaha muda, Irvan Herman saat ini juga maju sebagai Caleg DPR-RI periode 2019-2024 dari Dapil Riau I.

Melalui Partai Amanat Nasional, ia mengaku akan memaksimalkan potensi generasi muda termasuk dirinya untuk kemajuan bangsa. Ia akan menjadi kebanggaan Riau di pentas Nasional.

Guna memuluskan perjuangannya ke Senayan, Wasekjern DPP PAN itu juga mengatakan, harapan besar ke pemilih milenial cukup tinggi. Ia berharap pemilih pemula ini ikut berpartisipasi dan tidak abai dalam pileg mendatang.

Untuk itu, Irvan mengajak kaum milenial Riau berpartisipasi dalam Pemilu 2019. "Jangan abai dan membiarkan masyarakat Riau diwakili oleh orang yang tidak kompeten, tidak mudah untuk berkomunikasi dan tidak memahami karakter milenial," kata Irvan.

Irvan juga nantinya akan melibatkan milenial dalam membangun sistem komunikasi berbasis IT antara anggota dewan dengan masyarakat yang diwakilinya.

Ia juga memberikan gambaran betapa berperannya milenial dalam menentukan arah kebijakan pemerintah melalui partai politik dan parlemen.

Karena kata Irvan, posisi generasi milenial pada pemilu 2019 sangat diperhitungkan oleh peserta pemilu. Dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan jumlah pemilih milenial mencapai 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih atau berkisar 40 persen yang tentu sangat berpengaruh.

Bahkan sebelumnya, Dr Sri Nuryanti, ahli Kepartaian dan Pemilu LIPI menyatakan, generasi milenial harus memahami bahwa pemilu di Indonesia itu sebagai hak dan sifatnya voluntary, tetapi menentukan masa depan Indonesia. Upaya-upaya guna meningkatkan partisipasi milenial pada Pemilu 2019 nanti layak diapresiasi.

Komisioner KPU 2007-2012 ini berpendapat, banyak kaum milenial yang memandang pemilu di Indonesia ini tidak keren, kuno dan berfikir seharusnya bisa lebih canggih dengan memanfaatkan IT. Alhasil mereka enggan terlibat aktif dalam pemilu.

"Padahal untuk menuju sistem Pemilu yang canggih harus berproses, diawali dengan partisipasi yang tinggi sehingga mutu demokrasi meningkat dan pemerintahan yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat," kata dia.

Dan Irvan Herman sendiri adalah salah satu caleg yang menjadi andalan utama PAN untuk wilayah Riau. Ia saat ini juga menduduki jabatan sebagai Wasekjen DPP PAN.***