
PEKANBARU - Delapan provinsi di Sumatera dikepung titik panas atau hotspot, Kamis (10/3/2016) pagi ini. Tercatat ada 28 sebaran titik panas, dimana tertinggi berada di Provinsi Riau, yakni 11 titik panas. Ini adalah imbas dari belum teratasinya masalah kebakaran lahan dan hutan (Karlahut).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan, 28 titik panas tersebut berada di Sumbar dan Sumut masing-masing satu, Lampung dan Kepri masing-masing dua hotspot, Jambi dan Bangka Belitung masing-masing tiga hotspot.
Lalu Provinsi Sumatera Utara dengan lima hotspot dan terakhir di Riau 11 hotspot. Khusus di Riau titik panas ini tersebar merata di tujuh kabupaten/kota.
"Bengkalis ada tiga hotspot, Inhu dan Dumai masing-masing dua hotspot, sisanya di Inhil, Kampar, Rohil dan Siak dengan masing-masing satu hotspot," ujar Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin.
Menurut Sugarin, jumlah titik panas ini belum berpengaruh terhadap jarak pandang. "Masih normal, dengan rata-rata enam hingga tujuh kilometer (jarak pandang, red)," tuturnya Kamis pagi.
"Pada umumnya cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan tidak merata dan bersifat lokal diperkirakan terjadi di wilayah Riau bagian tengah, barat dan selatan pada pagi dan siang atau malam hari," singkatnya. ***