PEKANBARU - Hamparan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau kembali menjadi ujian nyata bagi upaya mitigasi dan pengendalian bencana daerah. Hingga Rabu (19/8/2026), tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan masih berjibaku menghadapi api yang tersebar di lima kabupaten dan kota.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto memaparkan, operasi pemadaman saat ini berpusat di wilayah kerja Daops Pekanbaru, Dumai, Siak, dan Rengat. Penempatan personel disesuaikan dengan skala eskalasi api di masing-masing titik.

"Rencana operasi pemadaman oleh Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera hari ini dilaksanakan di sejumlah lokasi yang masih memerlukan penanganan," urai Ferdian.

Sebaran Api di Kampar dan Bengkalis

Tingkat luasan kebakaran di lapangan tercatat cukup bervariasi. Di wilayah Daops Pekanbaru, tim berupaya menjinakkan api di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Lokasi ini merupakan Area Penggunaan Lain (APL) dengan estimasi lahan terbakar sekitar 3,5 hektare yang kini ditangani oleh satu regu Manggala Agni.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, kebakaran di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, Kampar telah memasuki hari ketiga. Lahan yang hangus di area ini diperkirakan mencapai 10 hektare dan turut memicu pengerahan satu regu personel.

"Untuk Daops Pekanbaru, personel melakukan operasi di Desa Rimbo Panjang dengan estimasi luasan 3,5 hektare, serta Desa Pagaruyung dengan estimasi 10 hektare," paparnya.

Bergerak ke wilayah utara, Daops Dumai memusatkan perhatian di Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Kebakaran seluas 20 hektare ini telah mencapai hari ketujuh, mengharuskan tim bekerja ekstra keras.

"Di Pangkalan Libut, tim melaksanakan mopping up setelah penanganan kebakaran yang sudah memasuki hari ketujuh," ungkapnya merujuk pada tahapan penyisiran untuk memastikan bara api benar-benar padam.

Kondisi Kritis di Pelalawan dan Inhu

Tantangan pemadaman skala besar menanti di wilayah selatan. Berdasarkan pantauan darat, Daops Rengat harus mengerahkan dua regu untuk menjinakkan api yang melahap lahan seluas 434,35 hektare di Kelurahan Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Penanganan dipecah ke dalam dua titik koordinat di kawasan tersebut.

"Di Sei Guntung Hilir, estimasi luasan yang terbakar sekitar 434,35 hektare dan ditangani oleh dua regu," tegasnya.

Selain Inhu, wilayah Daops Siak juga membutuhkan dukungan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Daops Rengat. Sebanyak 13 personel ditugaskan untuk mengendalikan jilatan api di hari pertama kebakaran yang melanda Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Ferdian menambahkan, segenap personel terus memantau dinamika di lapangan untuk menentukan strategi pendinginan berikutnya agar api tidak meluas dan meminimalisir dampak lanjutan.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan sesuai perkembangan kondisi kebakaran. Personel dikerahkan untuk mengendalikan api dan mencegah perluasan kebakaran," tutupnya. ***