SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kasus kekerasan oleh Julizar (29) salah seorang Satpam di SMA N 1 Merbau terhadap Iman Hafizi (14) berujung damai. Perdamaian itu didapati setelah dilakukan mediasi oleh pihak sekolah dan pihak kepolisian.
Mediasi oleh pihak keluarga dan kepolisian ini dilakukan di SMAN 1 Merbau Jalan Panjaitan Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (27/9/2014)
Menurut Hidayat ayah korban, ketika dikonfirmasi wartawan, Ahad (28/9/2014) membenarkan kalau permasalahan kekerasan terhadap anaknya telah diselesaikan. Ia menuturkan, mereka bersama keluarga sepakat berdamai dengan pelaku setelah mendengar saran dan masukan dari pihak sekolah dan kepolisian.
Semulanya, memang kedua orangtua dan keluarga Iman Hafizi alias Syafiq tidak terima atas perlakuan kasar Julizar dengan menendang anak mereka pada Jumat (26/9/2014) pagi lalu. Atas tendangan itu, Iman Hafizi mengalami luka lecet di bagian lengan, dan sakit bagian dada. Lantas pada Jumat siang, kedua orangtua dan keluarga Syafiq pun melaporkan kejadian itu ke pihak Polsek Merbau.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Merbau Tati Wahyuni SPd, membenarkan kalau kedua belah pihak sudah menyatakan berdamai. Memang, akuinya, pihak keluarga sempat meminta sekolah memberhentikan Satpam tersebut. Namun, pihaknya kembali meminta agar diberi kesempatan kepada pelaku untuk memperbaiki diri.
Ditanya soal sanksi dari sekolah kepada Satpam atas kekerasan yang dilakukannya tersebut, Kepsek menjelaskan tidak ada sanksi, tetapi pelaku dibuat perjanjian. Dan, apabila kemudian hari korban mengalami dampak buruk pada kesehatannya akibat pemukulan tersebut, maka pihak sekolah sepakat untuk sama-sama membawanya berobat ke rumah sakit.
"Sesuai kesepakatan dalam perjanjian, jika dia (Satpam) mengulangi perbuatan yang sama lagi nantinya, maka langsung berurusan dengan kepolisian sesuai perjanjian yang disaksikan Kapolsek Merbau," kata Kepala SMAN 1 Merbau itu.
(zal)