
DUMAI - Semester pertama (Januari-Juni) tahun 2016, Dinas Kesehatan Kota Dumai, Riau, mencatat dari 200 kasus Demam Berdarah Dengue, ada 2 orang meninggal dunia akibat terlambat mendapat pertolongan. Penyebabnya, masyarakat terlambat datang ke pelayanan kesehatan, seperti pustu, puskesmas dan balai pengobatan terdekat.
Dalam dua tahun terakhir ini, dari 7 kecamatan di Kota Dumai, ada 3 kecamatan yang memiliki status endemis dbd, yaitu Kecamatan Dumai Kota, Dumai Timur, Dumai Barat dan Dumai Selatan.
"Kebanyakan disini (Kota Dumai, red) terlambat mendapatkan pertolongan, yang berakibat meninggal dunia. Pasien dbd yang sudah mengalami dengue shock syndrome (dss), akan sulit diobati, meskipun transfusi darah," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Romauli Tambunan SKM kepada GoRiau.com, Rabu (10/8/2016).
Penyebabnya, yaitu virus dengue. Ditandai demam tanpa sebab mendadak, nyeri diulu hati, bintik-bintik merah, pusing, dan pegal-pegal, ulas Romauli. Dimana secara Laboratoris, penurunan trombosit dibawah 100.000, dan peningkatan hematokrit 20 persen lebih.
"Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat perlu dilakukan oleh masyarakat, sehingga bisa terbebas dari dbd. Di kecamatan yang endemis dbd, juga diingatkan untuk melaksanakan pola hidup sehat," tutupnya.***