
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Puluhan tenaga honor sekolah mengadu ke DPRD Rokan Hilir karena nama mereka tidak termasuk dalam penerima SK CPNS dari kategori K2 yang dibagi oleh Bupati beberapa hari yang lalu. Mereka meminta dewan memanggil BKD untuk mengklarifikasi mengapa sampai saat ini mereka tidak diangkat sebagai CPNS padahal masa tugas mereka sejak awal Januari tahun 2005.
''Kita punya bukti bahwa yang diangkat sebagai CPNS kemarin ada masa tugasnya cuma 4 tahun. Malah, kepala sekolah juga membuat surat pernyataan bahwa oknum itu diangkat sebagai honor tahun 2011,'' kata Ketua Korlap, Heria Sugianto, yang bekerja sebagai tenaga honorer di instansi kepada GoRiau.com, Senin (29/6/2015).
Heria mengungkapkan, dalam kelompoknya, masih ada yang belum diangkat dari kategori K2 sebanyak 65 orang. Namun terbetik kabar, mereka akan diangkat pada bulan oktober nanti.
''Itulah kita belum pasti. Makanya kita datang kekantor DPRD untuk meminta kepastian,'' cetusnya.
Di tempat sama, salah seorang guru honorer di Pujud, Iswandi meminta kepada BKD untuk tidak mengganti tenaga honorer dari kategori K2 yang seharusnya diangkat jadi CPNS tapi diganti dengan orang lain dengan iming-iming uang.
''Kita tidak menginginkan hal itu. Yang ini saja kita sudah punya bukti semacam ada permainan. Bagaimana dengan yang lainnya. Makanya kita membuat forum untuk menampung aspirasi rekan rekan,'' kata Iswandi.
Menanggapi keluhan para tenaga honorer K2, wakil ketua komisi A, Budi Santoso,SH meminta kepada perwakilan guru untuk menyerahkan bukti bukti terkait penyimpangan sistem pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi CPNS.
Budi mengatakan sistem pengangkatan tenaga honorer K2 tanpa melalui test. Namun terindikasi sering terjadi penyimpangan. Diduga, ada yang penumpang gelap yang diangkat menjadi CPNS namun masa tugasnya tidak mencukupi. Atas ulah oknum itu, yang dirugikan adalah bagi guru yang sudah lama mengabdi.
''Masalah ini akan kita laporkan ke BKN. Kalau perlu ke presiden. Harus ada formula khusus menyikapi masalah ini dan jika perlu, dilakukan seleksi susulan,'' ujar politisi PAN ini. (amr)