
SELATPANJANG - Setiap tahun, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menerima 4.170 ton beras miskin (Raskin) dari badan urusan logisik (Bulog). 4.170 ton itu disalurkan ke 23.169 rumah tangga sasaran (RTS) di 9 kecamatan.
Setidaknya hingga Desember 2015 jumlah penerima raskin di Kota Sagu masih di angka 23.169. Sebab, data badan pusat statistik (BPS) untuk Kepulauan Meranti masih menggunakan data tahun 2011 dan belum diperbaharui.
"Itu data dari tahun 2011," kata Kabag Ekonomi Setdakab Meranti, Agusyanto Bakar, ketika ditemui GoRiau di ruang kerjanya, Jumat (18/12/2015) lalu.
RTS di angka 23.169 itu, tambah Agus, tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti. Kalau setiap bulan, tambah Agus pula, Kepulauan Merani mendapat jaah 374 ton dari gudang Bulog di Bengkalis.
Kedepannya, kata Agus lagi, mereka belum tahu berapa jumlah RTS yang dikeluarkan oleh BPS. Sebab, Ia mendapat info BPS telah mengeluarkan data hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS). Namun, hingga Desember 2015, Ia belum melihat berapa jumlah penerima bantuan, sehingga bantuan raskin tetap akan disalurkan pada angka RTS tahun 2011 lalu.
"Kabarnya sudah ada data baru, tapi kita belum melihatnya," ujar Agus pula.
Agus juga berharap kedepannya BPS bisa melakukan pendataan setiap tahun, bukan 3 tahun sekali. Sebab, tingkat perekonomian masyarakat bisa berubah sewaktu-waktu.
Selain itu, guna mem-back up data dari BPS, Agus juga mengusulkan Pemda Meranti melakukan pendataan. Data dari Pemda ini bisa digunakan untuk membantu warga yang tidak menerima bantuan. "Kita memang harus membackup data penerima itu supaya sinkron. Sebab, sampai saat ini ada pendataan dari BPS tidak tertampung, jadi untuk menutupi itu perlu data sendiri (dari Pemda, red) dan dibantu dengan APBD kabupaten," tutur Agus.
Kemudian terkait mutu raskin yang sering dikeluhkan, kata Agus untuk Meranti beberapa waktu belakangan ini sudah jarang ditemukan. Mutu beras jelek diduga akibat terlalu lama dalam gudang yang ada di Bulog Bengkalis, ditambah lagi resiko saat menyeberang laut (membawa ke Meranti, red). "Kita berharap pembangunan gudang Bulog di Meranti segera terealisasi karena Meranti yang berpulau memang harus memiliki gudang tersendiri," ujar Agus pula. ***