
BENGKALIS, GORIAU.COM - Meski merupakan UN terakhir setelah UN SLTA dan SLTP, ternyata pada ujian nasionalk Sekolah Dasar hari ini, juga masih ditemukan lembar jawaban yang kurang, Namun kasus ini hanya ditemukan pada beberapa sekolah dan masih bisa diabaikan.
''Berdasarkan keterangan dari pihak guru pengawas di SDN 5, lembaran jawaban sempat kurang. Namun setelah dilaporkan kepada UPTD, pihak UPTD dapat mengantisipasinya dengan mengambil lembaran jawaban di sekolah yang berlebih,,'' ujar Wakil Bupati Bengkalis, H Suayato kepada wartawan ketika meninjau pelaksanaan UN SD, Senin (6/5/2013).
Secara umum pelaksanaan Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Bengkalis berlangsung lancar dan aman.
Wabup didampingi Asisten II H Arianto, Kabid Pendidikan Dasar Supardi dan Sekcam Bengkalis Reza Novendra meninjau pelaksanaan UN di SD Negeri 1 dan SD Negeri 5. Dari peninjauan Wabup di kedua sekolah tersebut, semua peserta mengikuti UN alias tidak ada yang sakit ataupun absen karena alasan lain.
Khusus di SD Negeri 1, ketika Wabup sedang menikmati sarapan pagi, salah seorang siswa UN dibawa ke ruang UKS karena muntah. “Sepertinya agak kurang sehat,” ujar salah seorang guru.
Menyinggung soal target, Wabup berharap semua peserta UN di Kabupaten Bengkalis bisa lulus seratus persen. Apalagi dalam upaya mendukung program wajib belajar 12 tahun, jangan sampai ada siswa didik yang terhambat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Kita berharap lulus 100 persen. Tentunya lulus sesuai standar yang telah ditetapkan dan tanpa adanya praktik-praktik kecurangan,” ungkap Wabup.
Peserta UN SD untuk seluruh Kabupaten Bengkalis tahun ini berjumlah 11.682 siswa yang diselenggarakan di 336 sekolah. Sementara pengawasan dilakukan silang murni oleh sebanyak 1.504 pengawas.
Secara rinci jumlah peserta UN tiap-tiap kecamatan, Bengkalis 1.596 siswa, Bantan 682 siswa, Bukit Batu 717 siswa, Kecamatan Siak Kecil 397 siswa, Mandau 5.333 siswa, Pinggir 1.935 siswa, Rupat 716 siswa, dan Kecamatan Rupat Utara 306 siswa. (jfk)