SELATPANJANG, GORIAU.COM - Warga mulai mengeluhkan tarif angkat barang di Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk angkat barang ini terkesan asal-asalan dan tidak ada harga tetap.
Hal itu sebagaimana dikeluhkan oleh salah seorang warga yang enggan namanya disebut. Menurut laki-laki berbadan tegap itu ia kemarin diminta porter sebesar Rp15 ribu untuk biaya angkat dari Ferri ke halaman pelabuhan.
"Biaya angkat barang itu sepertinya tidak ada ketetapan yang jelas. Saya kemarin diminta Rp15 ribu, padahal kan dekat dari ponton ke halaman pelabuhan," katanya kepada GoRiau.
Ditambahkan laki-laki berkulit putih itu lagi, mungkin sebagian orang menganggap Rp15 ribu itu kecil, tapi bagi warga miskin mungkin biaya sebesar itu sudah bisa untuk jajan anak sekolah selama tiga hari, maupun untuk keperluan sehari-hari.
"Bayangkan saja, berapa ratus orang yang datang dan berangkat. Berapa pula kebocoran pendapatan Pemda jika biaya angkut barang itu tidak masuk ke pendapatan daerah," ujarnya lagi.
Ditempat terpisah, kepala DPKAD Meranti Bambang Supriyanto mengatakan biaya angkat barang itu tidak masuk ke pendapatan daerah. Sebab itu dikelola oleh pihak Pelindo. "Tak hanya biaya angkat barang, parkirpun dikelola Pelindo. Itu tidak masuk ke pendapatan daerah," ujar Bambang.
Pantauan GoRiau, memang tidak ada ketetapan biaya angkat barang ini. Jika terlalu berat, biaya angkat bisa lebih mahal dari biaya angkat tas. Bagi warga yang meletakkan tas melalui porter dari Pekanbaru, Batam, atau ditempat lain porter Selatpanjang tidak membenarkan pengangkatan barang itu langsung oleh penumpang.
(zal)