PEKANBARU - Provinsi Riau mengalami inflasi pada Maret 2020 sebesar 2,61 persen, dan angka ini tercatat sebagai angka inflasi terendah di daerah ini sejak 10 tahun terakhir.

"Penyumbang munculnya inflasi terendah Riau sebesar 2,61 persen antara lain berasal dari komoditas pangan seperti cabe merah, bawang merah, telur ayam dan lainnya," kata Wakil Gubernur Riau Eddy Natar Nasution di Pekanbaru, Kamis (23/4/2020).

Menurut dia, untuk saat ini Riau memang belum bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya dan sebagian besar masih dipenuhi dengan mendatangkan kebutuhan pangan dari provinsi lain tetangga seperti Sumbar dan Sumut.

Kendati demikian, kata Edy, Pemerintah Provinsi Riau saat ini telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung kebutuhan pangan tersebut di antaranya sebagai berikut mengoptimalkan sarana gudang-gudang bulog agar bisa mencukupi ketersediaan pangan selama 10 bulan ke depan.

Kedua, kebijakan dalam mengatasi kebutuhan pagan bagi masyarakat Riau tersebut adalah dengan tetap mengupayakan penguatan database yang terus dilakukan.

"Ketiga, mengoptimalkan peran stabilitas pasar, dan saat ini Bulog terus melakukan operasi pasar pada 12 kabupaten dan kota untuk menstabilitaskan harga pangan di daerah ini," katanya.

Untuk itu, melalui Rapat koordinasi ( Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID) Provinsi Se-Sumatera ini dipimpin oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diikuti 10 provinsi dan seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara itu dapat menghasilkan kesepakatan bersama bagaimana pasokan tetap terjaga untuk wilayah Riau dan provinsi lainnya di Sumatera. ***